Contoh Barang Inferior

Diposting pada

Macam Barang Inferior

Berbagai barang dan jasa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, selama ini sangat erat kaitannya dengan penawaran, permintaan, dan pendapatan riil atau GDP riil yang kita peroleh. Secara umum, permintaan kita terhadap suatu barang atau jasa akan meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan riil karena sifat manusia yang tidak pernah merasa puas. Namun, pada beberapa jenis barang hukum tersebut tidak berlaku.

Melainkan akan berlaku hukum yang sebaliknya yaitu pendapatan riil yang meningkat justru akan menurunkan tingkat permintaannya. Barang apakah itu? Mari kita simak penjelasan artikel ini yang terkait dengan contoh barang inferior.

Barang Inferior

Barang inferior merupakan salah satu jenis barang yang dikategorikan berdasarkan kepemilikannya. Bentuk barang inferior ini seringkali diperbandingkan dengan barang superior, dan barang giffen. Barang inferior sendiri dikenal sebagai barang yang nilai jualnya tidak tinggi.

Dengan demikian, ketika terdapat kenaikan tingkat pendapatan riil, maka permintaan masyarakat akan barang inferior ini akan menurun. Hal ini merupakan kebalikan dari barang normal yang akan mengalami kenaikan permintaan apabila terdapat pertambahan pendapatan riil masyarakat.

Contoh Barang Inferior

Terdapat banyak sekali contoh barang ekonomi inferior yang ada di negara maju maupun negara berkembang, beberapa dari kita pasti sangat familiar dan sering kita jumpai bahkan kita konsumsi. Berikut contoh barang inferior. Antara lain;

  1. Kopi

Bagi masyarakat yang pecinta kopi, minuman berkafein ini merupakan suatu hal yang wajib dikonsumsi setiap hari. Kopi seduhan sendiri di rumah menjadi barang yang bermutu rendah apabila disandingkan dengan kopi Starbucks. Masyarakat yang menyukai kopi namun pendapatannya rendah, maka akan memilih untuk mengkonsumsi kopi seduhannya sendiri di rumah.

Namun, apabila pendapatan riilnya mengamali peningkatan, maka dapat dipastikan ia akan menggantikan kopi seduhannya di rumah dengan pergi ke kedai kopi starbucks untuk dapat menikmati sensai kopi yang lebih mahal.

  1. Beras di Toko Kelontong

Seperti yang kita ketahui, kebanyakan barang yang di jual di toko kelontong umumnya tidak memiliki merek atau brand yang terkenal. Namun, sebagian besar masyarakat yang berpendapatan rendah akan emmilih untuk berbelanja di toko kelontong meskipun barang yang dibelinya tidak bermerek.

Seperti misalnya, beras yang dibeli di toko kelontong merupakan beras karungan yang tanpa merek. Masyarakat yang kemudian memperoleh pendapatan yang baik akan menggantikan beras yang biasanya dibeli di toko tanpa merek dengan beras bermerek Raja Lele, Beras Premium Anak Raja, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, beras di toko kelontong merupakan contoh barang inferior yang dibeli karena harganya terjangkau.

  1. Alat Transportasi Harian

Alat transportasi merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan lagi intensitasnya. Pemilihan transportasi harian juga sangat relate  dengan pendapatan riil masyarakat. bagi mereka yang berpendapatan minim akan memilih untuk memanfaatkan transportasi umum seperti angkuta, ojek, becak, bus, dan sebagainya.

Hal ini dikarenakan uang yang perlu dikeluarkan lebih rendah apabila harus membeli kendaraan pribadi dengan pendapatannya yang minim. Lain halnya dengan masyarakat yang berpendapatan tinggi, mereka akan memilih untuk membeli kendaraan pribadi.

  1. Pakaian Tanpa Merek

Pakaian juga merupakan salah satu kebutuhan yang sangat mengikuti trend masa kini. Umumnya, yang mengikuti trend pakaian ini adalah remaja. Bagi mereka yang berpendapatan tinggi, akan sangat mudah untuk mengikuti trend dengan membeli pakaian buatan desainer dan bermerek.

Namun, ketika pendapatannya menurun ia akan beralih dengan menggunakan pakaian tanpa merek dan murah harganya. Dengan demikian, pakaian tanpa merek akan berkurang permintaannya ketika pendapatan masyarakat meningkat dan sebaliknya akan meningkat permintaannya saat pendapatan menurun. Inilah konsep dari barang inferior.

  1. Liburan ke Tempat Wisata

Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan akan refreshing merupakan hal yang perlu saat ini untuk melepas penat. Namun, produk yang ditawarkan seperti booking kamar hotel, tiket masuk tempat wisata menjadi barang inferior bagi sebagian orang.

Ketika pendapatan riil mereka bagus dan mengalami peningkatan, maka liburan dapat dengan mudah diwujudkan dan meningkatlah permintaannya. Sebaliknya, ketika pendapatan riil menurun, maka liburan ke tempat wisata yang mahal akan ditunda dan digantikan dengan liburan sederhana di tempat yang lebih terjangkau.

  1. Gaplek

Gaplek adalah makanan tradisional yang seringkali dijadikan sebagai makanan pokok di beberapa pelosok daerah. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dibandingkan makanan pokok lainnya.

Ketika pendapatan masyarakat pelosok mengalami kenaikan, maka mereka akan menggantikan gaplek sebagai makanan pokok mereka dengan mengkonsumsi makanan pokok lain seperti nasi, roti atau yang lainnya. Dengan demikian, permintaan gaplek akan menurun seiring dengan peningkatan pendapatan.

  1. Barang Imitasi

Barang imitasi seperti tas, emas, sepatu, dan lain-lain merupakan barang yang banyak dicari oleh masyarakat berpendapatan rendah namun ingin tampil  fashionable. Sudah jelas bahwa barang imitasi ini harganya lebih murah dibandingkan brand aslinya.

Namun, ketika pendapatan mereka meningkat, maka mereka akan membeli barang yang brand aslinya sehingga permintaan barang imitasi ini akan menurun.

  1. Barang Preloved

Selain barang imitasi, barang-barang preloved atau bekas juga merupakan contoh dari barang inferior. Hal ini dikarenakan permintaannya akan meningkat jika pendapatan riil masyarakat menurun dan permintaannya akan menurun ketika pendapatan masyarakat meningkat.

Misalnya saja, preloved handphone. Masyarakat yang pendapatannya rendah akan dengan senang hati membeli handphone bekas karena sesuai dengan budget pendapatannya. Sebaliknya, ia akan lebih memilih membeli handphone baru di toko jika dirasa pendapatannya naik dan cukup.

  1. Obat generik

Obat generic merupakan salah satu contoh barang inferior yang mudah ditemukan. Hal ini karena bagi masyarakat yang berpendapatan tinggi akan memilih membeli obat dokter atau yang bermerek bagus dalam memberikan kesehatan yang maksimal.

  1. Mobil Murah

Masyarakat yang berpendapatan tinggi akan memilih untuk membeli mobil yang mahal dan bermerek terkenal dibandingkan mobil murah. Sehingga, mobil murah merupakan contoh barang inferior.

  1. Masker Kain

Di masa pandemic covid-19 ini masker kain dianggap sebagai barang inferior di kalangan masyarakat negara berkembang karena harganya yang terjangkau dibandingkan masker medis. Namun, bagi yang berpendapatan tinggi akan memilih membeli maker medis yang harganya tinggi. Sehingga, masker kain menjadi barang inferior.

  1. Daging/ Kornet Kaleng

Daging ataupun kornet kalengan harganya lebih murah dibandingkan dengan daging segar. Dengan demikian, daging/ kornet kalengan menjadi barang inferior yang dipiluh sebagai alternatif saat pendapatan masyarakat rendah.

  1. Kayu Bakar

Di beberapa wilayah, kayu bakar masih menjadi bahan bakar untuk memasak. Biasanya, ini karena kayu bakar lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar lainnya. Namun, ketika pendapatan masyarakat meningkat mereka akan meninggalkan kayu bakar dan beralih menggunakan kompor gas atau bahkan kompor listrik.

  1. Mie Instan

Mie instan merupakan contoh barang inferior khususnya bagi anak kost. Namun, saat pendapatan atau uang jajan mereka bertambah, maka akan memilih untuk beralih membeli makanan yang lebih sehat.

  1. Buku Bekas

Bagi beberapa orang, membeli buku bekas menjadi alternative pilihan ketika pendapatannya rendah, asalkan buku tersebut masih bisa berguna. Namun, saat pendapatan yang diperolehnya meningkat permintaan untuk membeli buku yang baru akan meningkat dan meninggalkan pembelian pada buku bekas tersebut.

Manfaat Barang Inferior

Manfaat adanya barang inferior ini akan dirasakan saat terjadi resesi. Hal ini dikarenakan permintaan akan barang mahal akan menurun.

Sebaliknya, akan meningkat permintaan pada barang inferior sebagai alternatif. Dengan demikian, supermarket atau toko-toko akan menyediakan barang yang lebih murah dan bernilai inferior dengan semakin meningkatnya permintaan. Manfaat yang dirasakan masyarakat antara lain;

  1. Dapat memenuhi kebutuhannya meskipun pendapatan yang mereka peroleh rendah dengan adanya barang inferior ini
  2. Barang inferior memiliki kualitasnya sama dengan barang normal.
Kesimpulan

Masyarakat yang bertambah pendapatan riilnya akan menuntut lebih atas barang inferior, sehingga pada waktu itu terjadi penurunan permintaan. Keadann ini tidak selalu berkaitan dengan kualitas barang karena barang inferior merupakan alternatif pengganti yang terjangkau untuk barang yang lebih mahal.

Namun, perlu diingat bahwa contoh barang inferior di setiap wilayah atau bahkan negara akan berbeda satu sama lainnya. Lihat saja makanan cepat saji yang ada di negara berkembang merupakan barang normal sehingga meningkat permintaannya ketika pendapatan meningkat.

Namun, makanan cepat saji tersebut menjadi barang inferior bagi masyarakat negara di maju yang menurun permintaannya ketika pendapatan riil mereka meningkat.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh barang inferior yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi, referensi, serta pemahaman bagi yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *