Contoh Deflasi yang Terjadi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada
Rate this post

Deflasi dalam kehidupan sehari-hari

Kondisi ekonomi yang bersifat fluktuatif kadang membuat kita harus selalu waspada dengan segala kejadian. Seperti halnya adanya deflasi dan arti inflasi di berbagai negara. Hal ini merupakan kejadian yang wajar terjadi apabila dapat dikendalikan oleh pihak-pihak yang berperan.

Disisi lain, pemahaman inflasi dan deflasi dalam kajian ekonomi makro menjadi salah satu pengetahuan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Dimana, proses dalam pemahaman ini dapat kita gunakan untuk melihat kegiatan ekonomi lingkungan seitar.

Deflasi

Deflasi adalah sebuah kondisi dimana harga barang dan jasa di pasar terus mengalami penurunan secara terus menerus. Bahkan para pedagang sampai merasa kesulitan untuk menjual barang daganganya karena jumlah persediaan yang berlebih.

Contoh Deflasi

Adapun untuk contoh deflasi yang dapat ditemukan prosesnya dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Harga beras yang turun drastis

Beras merupakan makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Harga beras akan mengalami perubahan menyesuaikan permintaan pasar namun masih dalam batas harga wajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kebijakan ini berguna untuk melindungi konsumen dan produsen. Tingkat harga ini akan mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Ketika terjadi penurunan harga secara terus menerus maka akan terjadi masalah deflasi yaitu penurunan harga namun jumlah uang yang beredar juga sedikit.

  1. Harga bahan pokok sangat murah

Bahan pokok yang terlalu murah akan membuat seseorang yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi membeli barang secara berlebih. Hal ini akan membuat jumlah barang di pasar akan sangat terbatas. Nilai uang yang menurun akan membuat masyarakat yang berpenghasilan rendah akan merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.

Walaupun harga bahan pokok yang berkaitan dengan kebutuhan primer murah tidak membuat seseorang memiliki daya beli dengan harga yang ditetapkan. Penjual akan merasa kesulitan karena pembeli tidak mampu membeli walau dengan harga murah. Pembeli juga akan merasa kesulitan karena tingkat pendapatan yang sangat rendah ketika terjadi deflasi.

  1. Jumlah uang di pasar sangat langka

Jumlah uang yang beredar sangat sedikit, sehingga pergerakan ekonomi sangat sulit. Lembaga keuangan juga akan menemukan berbagai jenis kesulitan, sehingga akan menimbulkan kebijakkan baru yang akan menyelamatkan keadaan ini.

Jumlah uang di pasar yang sangat terbatas membuat permasalahan deflasi akan semakin jelas. Semakin sedikit jumlah uang yang beredar maka akan semakin tinggi peluang terjadinya perekonomian yang buruk.

  1. Gaji rendah

Tingkat gaji masyarakat akan menentukan keadaan ekonomi. Keadaan ini akan membuat negara akan merasakan dampaknya. Jumlah gaji yang rendah akan membuat masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Gaji rendah juga membuat daya beli masyarakat rendah.

Keadaan seperti ini terus menerus akan menyebabkan penumpukan jumlah barang di pasar. Kejadian yang terus menerus akan menyebabkan deflasi.

  1. Suku bunga tinggi

Tingginya suku bunga maka akan membuat masyarakat memiliki daya beli yang rendah. Kondisi ini akan berakibat pada keinginan kredit masyarakat. Semakin tinggi suku bunga maka akan semakin sedikit jumlah masyarakat yang melakukan kredit.

Jumlah semakin sedikit yang melakukan kredit, maka jumlah uang yang beredar semakin sedikit. Jumlah uang yang terbatas membuat kelangkaan uang di pasar dan mengakibatkan deflasi.

  1. Jumlah uang yang beredar sedikit

Jumlah uang yang beredar menunjukkan kondisi suatu negara. Keadaan ini tentu menggambarkan keadaan suatu negara dan perlu dilakukan beberapa kebijakan. Hal ini berkaitan dengan kebijakan moneter. Kebijakan moneter diharapkan dapat memperbaiki keadaan suatu negara.

Banyak pilihan kebijakan yang dapat diambil tergantung pada instrumen kebijakan moneter yang paling tepat dengan keadaan yang sedang terjadi. Semakin cepat respon pembuat kebijakan maka semakin cepat dalam mangatasi sebuah permasalahan.

  1. Penumpukan barang hasil produksi

Gaji yang rendah membuat masyarakat tidak memiliki daya beli. Hal ini membuat barang hasil produksi mengalami penumpukkan. Stok yang berlebih membuat harga barang juga rendah namun tidak ada yang membeli. Keadaan ini biasa disebut dengan deflasi.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh deflasi di masyarakat yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka

Nopirin. 1993. Ekonomi Moneter Buku 1. Yogyakarta: BPFE

Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *