Contoh Liabilitas Jangka Panjang dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Contoh Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas menjadi salah satu bahan penting dalam perekonomia. Adapun untuk liabilitas sendiri terdiri dari bermacam-macam bentuknya yang senantisa mempengaruhi cara mencatat dokumen transaksi keuangan dalam perusahaan dagang ataupun perusahaan jasa.

Disisi lain, untuk urutan pencatatan dimulai dari liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan liabilitas kontijensi.

Liabilitas Jangka Panjang

Pengertian liabilitas jangka panjang adalah serangkaian kewajiban yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan yang minimalnya dilakukan dalam satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.

Sehingga atas dasar inilah liabilitas jangka panjang dianggap sebagai kewajiban yang harus ditanggung oleh perusahaan dan harus dibayarkan dalam kurun waktu tertentu. Jikalau liabilitas yang tidak dibayarkan oleh perusahaan akan menimbulkan permasalahan. Permasalahan ini akan berdampak besar pada keberjalanannya citra perusahaan.

Dimana untuk kemampuan membayar liabilitas juga menjadi pertimbangan tersendiri oleh pihak-pihak yang terkait dalam menjalankan usahanya.

Contoh Liabilitas Jangka Panjang

Sedangkan untuk contoh yang termasuk dalam liabilitas jangka panjang. Antara lain;

  1. Saham

Penyertaan modal dalam sebuah perusahaan besar dapat berupa saham. Penyertaan modal ini harus dikembalikan oleh pemilik perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Pengembalian modal berupa deviden yang harus diterima oleh pemilik saham.

Perusahaan memiliki kewajiban untuk mengembalikannya kepada pihak-pihak yang terkait. Jangka waktu untuk mengembalikan modal yang digunakan tergantung pada kesepakatan bersama dengan semua pemilik saham.

  1. Utang obligasi

Sumber dana yang digunakan untuk dana perusahaan. Sumber dana ini berupa obligasi yang dimiliki perusahaan dari pihak orang lain. Utang obligasi biasaya memiliki jangka panjang. Utang ini akan masuk pencatatan utang jangka panjang dan jumlah utangnya memiliki nominal yang besar.

Utang obligasi ini biasanya tidak hanya dari satu orang saja, namun dari beberapa orang yang bekerjasama dengan perusahaan. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu untuk dikembalikan kepada pemiliknya.

  1. Utang wesel

Pembayaran atas sebuah transaksi yang dilimpahkan kepada lembaga kuangan yang telah melakukan kerjasama. Utang wesel harus di lunasi dalam jangka waktu tertentu berdasarkan kesepakatan yang dilakukan. Limpahan atas pembayaran transaksi dengan perusahaan ini berlaku dalam kurun waktu yang telah disepakati. Wesel ini merupakan jenis hutang yang belum masuk jatuh tempo atas wesel yang ada.

  1. Kewajiban pensiun

Pemberian dana pensiun kepada pegawai tetap perusahaan merupakan kewajiban dari perusahaan. Pemberian dana pensiun ini telah disepakati oleh kedua belah pihak. Pemberian dana pensiun juga bersifat jangka panjang pada karyawan yang telah memenuhi syarat.

Pemberian dana pensiun ini merupakan dana yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sampai akhir usia. Pemberian dana pensiun hanya untuk pihak-pihak yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

  1. Kewajiban sewa

Biaya sewa atas salah satu tempat usaha yang digunakan untuk menjalankan usaha. Kewajiban sewa biasanya dibayarkan dalam jangka waktu tertentu. Biaya sewa tempat usaha biasanya dalam jangka panjang, mengingat kondisi perkembangan perusahaan.

Biaya sewa, terutama sewa tempat usaha pasti akan terus dikontrak untuk memudahkan akses pihak-pihak yang terkait. Mengingat lokasi usaha juga menjadi pertimbangan untuk mendapatkan berbagai jenis akses usaha yang telah terbentuk berkaitan dengan prinsip pemasaran.

  1. Utang mortgage

Utang ini termasuk utang jangka panjang yang biasa disebut dengan utang hepotik. Utang jangka panjang berupa pembelian sebuah properti yang digunakan oleh perusahaan. Pembelian properti dalam jumlah yang besar. Pembelian properti ini dibayarkan dengan cara mengangsur.

Utang ini untuk properti yang memiliki nilai besar dan memiliki peran besar dalam keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Contoh utang properti yang memiliki nilai besar adalah tanah yang digunakan untuk menjalankan usaha.

Itulah tadi artikel yang bisa dikemukakan terkait dengan beragam contoh liabilitas jangka panjang yang ada di dalam perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *