Contoh Sistem Ekonomi Tradisional yang ada di Indonesia

Diposting pada

Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi yang ada di dunia ini beragam mulai dari sistem ekonomi tradisional, liberal, komando, campuran, maupun sistem ekonomi Pancasila di Indonesia. Perbedaan sistem ekonomi yang berlaku di tiap-tiap negara tersebut berdasarkan pada beberapa faktor seperti ideologi, kondisi masyarakat, dan lain sebagainya.

Namun, meskipun berbeda jenis sistem ekonomi yang berlaku di setiap negara tersebut, tujuan utama dari adanya sistem ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan permasalahan kegiatan ekonomi yang mungkin terjadi di suatu negara. Terdapat banyak sekali contoh pelaksanaan sistem ekonomoi tradisional yang ada di Indonesia.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional diartikan sebagai suatu sistem yang digunakan oleh negara, termasuk Indonesia dalam mengalokasikan sumber daya yang dikuasai dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk perorangan maupun negara itu sendiri.

Pelaksanaan sistem ekonomi tradisional ini juga mengatur terkait dengan tata cara dalam mengatur perilaku masyarakat negara untuk melakukan kegiatan perekonomian dan mencapai suatu tujuan tertentu.

Dimana kegiatan ekonomi tradisional perlu diatur pelaksanaannya agar tidak terjadi ketimpangan yaitu adanya masyarakat yang diuntungkan dan ada masyarakat yang dirugikan, sehingga negara dalam menentukan sistem ekonomi yang berlaku perlu mempertimbangan dengan baik.

Contoh Sistem Ekonomi Tradisional

Contoh sistem ekonomi tradisional yang ada di Indonesia umumnya tampak pada kehidupan jauh dari yang saat ini terjadi, yaitu pada saat semua masih sangat sederhana. Umumnya, pelaksanaan sistem ekonomi tradisional dilakukan secara tukar menukar barang (barter).

Kasus Sistem Ekonomi Tradisional di Indonesia

Antara lain seperti beberapa kasus di bawah ini. Yaitu;

  1. Perternakan

Seorang pemilik sapi di Boyolali memerlukan beras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Kemudian, pemilik sapi tersebut menukarkan sekotak susu yang ia miliki dengan beras yang baru saja dipanen oleh seorang petani di kampungnya.

Dengan demikian, seorang pemilik sapi dapat memperoleh beras yang dibutuhkannya dan petani dapat menikmati susu sebagai pelengkap gizinya dan keluarga.

Pemilik sapi tidak perlu menanam padi sendiri untuk memperoleh beras, begitu juga dengan petani tidak perlu memeras susu sapi sendiri untuk memperoleh susu. Sangat sederhana pelaksanaan kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi tradisional.

  1. Kebutuhan Rumah Tangga

Misalnya saja penebang pohon memerlukan kapak baru untuk melaksanakan kegiatan ekonomi utamanya yaitu mencari kayu. Untuk itu, ia bersedia membantu tukang besi dalam menyediakan kapak untuknya. Sebagai balasan, penebang kayu akan menyediakan kayu bakar tukang kayu untuk membuat kerajinan besi.

Dengan demikian, mereka tidak membeli atau nemawar harga untuk memperoleh kebutuhannya, melainkan dilakukan dengan saling mempertukarkan yang dimilikinya hingga mendapatkan yang dibutuhkannya. Penebang kayu memperoleh kapak baru, dan tukang besi memperoleh kayu bakar untuk produksi kembali.

  1. Berter

Masyarakat yang ada di Pasar Wrkola, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur masih melestarikan sistem ekonomi nenek moyang dengan sistem barter.

Sebagai contoh, ketika masyarakat mengunjungi Pulau Komodo dan memerlukan sesuatu disana maka yang harus dilakukan ialah menyiapkan suatu barang lain yang dapat dipertukarkan dengan barang yang dibutuhkan. Hal ini merupakan contoh dari kegiatan ekonomi dalam sistem tradisional yang ada di Pulau Komodo.

  1. Masyarakat Pedesaan

Masyakarat yang ada di pedesaan dan sedang memerlukan garam untuk memasak. Di sisi lain, tetangganya memerlukan cabai untuk memasak juga. Kemudian, keduanya melakukan pertukaran barang yang dimilikinya. Masyarakat yang memiliki cabai memberikannya pada masyarakat lain yang memerlukan cabai.

Begitu juga sebaliknya, masyarakat yang memiliki garam memberikan garamnya pada tetangganya untuk kemudian memperoleh cabai. Keduanya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan langsung dari pemerintah, bahkan tanpa melakukan proses produksi sendiri.

Contoh ini bahkan masih sangat kental hingga saat ini ditambah dengan sifat kekluargaan yang dimiliki masyarakat Indonesia.

  1. Komunitas

Komunitas pemburu hewan yang tidak memiliki kesamaan produksi juga melaksanakan sistem ekonomi tradisional yang berupa kegiatan barter. Komunitas yang memburu babi melakukan kegiatan barter dengan komunitas yang membutu ikan (memancing ikan).

Kegiatan pertukaran ini berdasar pada kebutuhan keduanya dan dilakukan tanpa ada pembayaran dengan uang sebagai perantara.

  1. Nomaden

Contoh sistem ekonomi tradisional juga dapat dilihat pada komunitas kecil yang selalu berpindah-pindah tempat (nomaden). Komunitas ini selalui berpindah tempat untuk mencari dan mengikuti sumber daya alam sebagai sumber kehidupannya. Mereka juga akan berkompetisi serta bertukar kebutuhan dengan komunitas lain yang ada disekitar.

  1. Produksi dan Penjualan

Masyarakat pedalaman yang memproduksi kain khas daerahnya dengan cara sederhana sesuai dengan yang diajarkan oleh nenek moyang mereka juga termasuk contoh dari sistem ekonomi tradisional. Mereka memproduksi kain tersebut untuk memenuhi kebutuhan secukupnya saja.

Selain itu, mereka tidak pernah terpikirkan untuk memproduksi komoditas yang lain karena ingin melestarikan kekayaan budaya nenek moyang mereka.

Pemerintah tidak ikut campur dalam menentukan barang apa yang harus diproduksi oleh masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kebebasan jika ingin mempertahankan produksi khas yang selama ini dilakukan nenek moyang mereka.

  1. Kebutuhkan Pokok

Petani yang memproduksi beras hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Ketika ada kesempatan untuk memperbanyak produksi, maka petani tersebut tidak melakukan upaya itu karena sudah merasa cukup dengan yang selama ini dilakukan.

Hal ini tentu menjadi contoh dari sistem ekonomi tradisional karena salah satu cirinya adalah memproduksi suatu barang/ jasa sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Berbeda dengan sistem ekonomi lain yang berorientasi pada keuntungan sehingga akan memproduksi sebanyak dan seoptimal mungkin.

  1. Kegiatan Produksi dan Konsumsi

Produksi dan konsumesi yang dilakukan oleh suatu keluarga semuanya dilakukan oleh mereka sendiri tanpa ada pembagian siapa melakukan apa. Hal ini juga merupakan contoh dari pelaksanaan sistem ekonomi tradisional karena salah satu ciri sistem ini ialah tidak ada pembagian kerja.

Masyarakat yang melakukan kegiatan ekonomi dengan menghasilkan singkong, maka mulai dari menanam benih, merawat, panen dan juga konsumsi dilakukan oleh mereka sendiri. Sebagian hasilnya dipertukarkan dengan barang lain yang dibutuhkan.

  1. Barang

Masyarakat yang menentukan barang ekonomi yang akan diproduksinya berdasar pada apa yang dibutuhkan juga merupakan contoh dari sistem ekonomi tradisional. Misalnya, kebanyakan dari mereka memerlukan jagung sebagai bahan makanan pokok.

Maka jagung menjadi pilihan komoditas yang akan diproduksinya. Dengan demikian, pemerintah tidak dapat mengatur apa yang seharusnya diproduksi masyarakat karena peran pemerintah hanya sebatas pada menjaga ketertiban umum.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa sistem ekonomi tradisional ialah sistem ekonomi yang paling sederhana jika dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya. Hal ini dikarenakan sistem ekonomi tradisional dilakukan dengan cara-cara yang masih turun temurun dari nenek moyang dalam melaksanakan kegiatan ekonomi.

Segala hal yang diperlukan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomo tradisional ini ialah dengan memenuhinya sendiri dengan sesame masyarakat. Hal ini dikarenakan peran pemerintah hanya sebatas pada pemberian perlindungan dan menjaga ketertiban umum.

Biasanya, sistem ekonomi tradisional ada pada masyarakat dengan kehidupan yang sangat sederhana serta menggantungkan diri pada hasil alam. Dengan demikian, masyarakat berperan sebagai produsen, distributor, sekaligus konsumen.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh kasus yang menerapkan sistem ekonomi tradisional yang ada di masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan pemahaman bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *