Pengertian Kebijakan Moneter, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Kebijakan Moneter Adalah

Permasalahan ekonomi pasti akan terjadi sesuai dengan siklus ekonomi yang terus berubah-ubah. Permasalahan yang timbul dapat diatasi dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kebijakan yang dapat diambil berupa kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan moneter berkaitan dengan keuangan yang ada dalam suatu negara. Kebijakan fiskal berkaitan dengan pemasukan negara khususnya dari pajak.

Artikel kali ini kita akan membahas tentang kebijakan moneter yang dapat diterapkan untuk mengatasi segala masalah yang berkaitan dengan keuangan. Kebijakan moneter memiliki fungsi yang penting dalam mengatasi permasalahan ekonomi berskala nasional.

Kebijakan Moneter

Kebijakan yang harus dijalankan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan keuangan negara. Uang negara merupakan hal yang sangat penting untuk perekonomian masyarakat. Pemerintah dapat melakukan perannya melalui kebijakan ini. Permasalahan yang terjadi dalam suatu negara yang berkaitan dengan keuangan negara dapat diatasi melalui kebijakan ini.

Kebijakan moneter biasa diterapkan ketika jumlah uang yang beredar terlalu banyak atau sedikit. Ketika dalam situasi seperti ini peran pemerintah sangat penting untuk mengembalikan pada keadaan yang lebih baik. Apabila pemerintah salah mengambil jalan maka permasalahan akan semakin panjang dan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat luas.

Manfaat kebijakan moneter memiliki dampak yang luas bagi suatu negara. Dampak tersebut dapat dirasakan apabila instrumen yang digunakan dalam mengatasi masalah sesuai dan tepat. Ditambah lagi dengan penerapan yang sesuai dengan prediksi pemerintah maka akan mencapai kondisi yang diinginkan.

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah proses mengatur perputaran uang dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan adanya kebijakan moneter ialah menahan adanya inflasi, mengatur uang beredar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan moneter ini memiliki tujuan utama untuk melakukan keseimbangan internal, keseimbangan eksternal. Keseimbangan terdiri atas beberapa hal antara lain, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, dan pemerataan pembangunan. Keseimbangan eksternal yang dimaksud ilah keseimbangan neraca pembayaran.

Kebijakan moneter ialah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Kestabilan harga merupan sesuatu yang sangat penting untuk menjaga kestabilan tersebut. Ketika perekonomian stabil maka dapat dengan mudah meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Berikut merupakan beberapa definisi tentang kebijakan moneter, antara lain;

  1. UU no 23 tahun 1999

Kebijakan moneter adalah salah satu bentuk kebijakan yang ditetapkan kemudian dilaksanakan secara langsung oleh bank Indonesia. Cara yang dilakukan ialah melakukan pengendalian jumlah uang beredar, pengendalian suku bunga, dan mengendalikan kestabilan nilai rupiah.

  1. Boediono

Kebijakan moneter adalah salah satu tindakan pemerintah untuk mempengaruhi situasi ekonomi makro yang sedang berjalan.

Hal yang dapat dilakukan ialah menyeimbangkan antara persediaan uang dan barang untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan kesempatan kerja masyarakat, serta distribusi dan pemasokan barang berjalan dengan lancar.

Jenis Kebijakan Moneter

Jenis kebijakan moneter ini digunakan untuk mengatasi keadaan ekonomi yang kurang baik, antara lain;

  1. Kebijakan operasi pasar terbuka, ketika pemerintah menjual atau membeli surat-surat berharga dari masyarakat dalam waktu tertentu dengan melihat jumlah uang yang beredar. Contohnya pemerintah membeli saham milik PT Djarum.
  2. Kebijakan politik diskonto, menetapkan tingkat suku bunga pada tingkat tertentu tergantung keadaan jumlah uang yang beredar terlalu banyak atau terlalu sedikit. Ketika jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka pemerintah dapat menaikkan tingkat suku bunga agar masyarakat tertarik untuk menabung atau investasi. Ketika terjadi sebaliknya maka pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga agar jumlah masyarakat yang melakukan investasi rendah.
  3. Kebijakan cadangan kas, pemerintah melalui bank sentral dapat menetapkan jumlah caangan minimum pada bank. Pemerintah dapat memberikan suatu kebijakan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar tergantung pada keadaan suatu negara.
  4. Kebijakan kredit ketat, kredit ketat atau longgar juga melihat jumlah uang yang beredar. Ketika jumlah uang yang beredar banyak maka akan ditetapkan kredit ketat. Ketika keadaan sebaliknya maka akan dilaksankan kredit longgar.

Fungsi Kebijakan Moneter

Berikut merupakan fungsi kebijakan moneter dalam kehidupan masyarakat umum, antara lain;

  1. Menurunkan laju inflasi

Kebijakan moneter diterapkan ketika terjadi permasalahan salah satunya ialah inflasi. Ketika terjadi inflasi dapat dikendalikan dengan menggunkan kebijakan ini. Ketika menerapkan ini inflasi akan lebih terkendali dan dapat menjaga tingkat laju inflasi.

  1. Mengatasi pengangguran

Pengangguran yang memiliki jumlah yang tidak terkendali dapat dikendalikan melalui kebijakan ini. Kebijakan ini dapat merekayasa agar mengurangi jumlah pengangguran yang ada di dalam suatu negara.

  1. Menjaga kestabilan nilai tukar mata uang

Nilai tukar mata uang yang terpaku pada mata uang lain maka akan terus mengalami perubahan sesuai dengan nilai tukar yang dianut. Ketika kita ingin menjaga nilai tukar maka kita dapat mengendalikan perekonomian dalam negeri. Perekonomian dalam negeri yang terjaga stabilitasnya maka akan membuat nilai tukar mata uang tetap pada nilai tertentu.

  1. Menjaga kesatbilan harga barang dan jasa

Harga barang dan jasa merupakan hal yang penting berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. harga barang dan jasa harus dikontrol pada tingkat harga tertentu.

Penetapan tingkat harga harus dapat dijangkau oleh masyarakat mulai dari yang memiliki daya beli rendah hingga tinggi. Ketika harga terlalu tinggi hal tersebut merupakan salah satu tanda terjadinya inflasi. Inflasi dapat diatasi melalui kebijakan ini.

  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Keadaan ekonomi yang diawasi oleh pemerintah akan membuat ekonomi dalam keadaan baik-baik saja. Ketika keadaan ekonomi baik makan ekonomi dalam suatu negara dapat berkembang dengan baik. Perkembangan ekonomi yang terus membaik akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

  1. Memantau jumlah uang beredar

Jumlah uang yang beredar yang terlalu banyak atau sedikit akan menimbulkan suatu permasalahan. Permasalahan yang dapat ditimbulkan ialah inflasi dan deflasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Permasalahan ini dapat diatasi dengan kebijakan moneter yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat.

  1. Membantu melaksanakan kewajiban pemerintah

Sebagai masyarakat yang baik kita dapat membantu melaksanakan kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Kebijakan tersebut tentu memberikan dampak yang baik untuk masyarakat luas. Masyarakat dapat ikut serta menjalankan segala kebijakan yang telah ditetapkan.

Contoh Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter sudah sering kita dengar. Memahami kebijakan moneter kita harus mengetahui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut merupakan contoh penerapan kebijakan moneter dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kebijakan operasi pasar terbuka, ketika pemerintah menjual atau membeli surat-surat berharga dari masyarakat dalam waktu tertentu dengan melihat jumlah uang yang beredar. Contoh : pemerintah membeli saham milik PT Djarum.
  2. Kebijakan politik diskonto, menetapkan tingkat suku bunga pada tingkat tertentu tergantung keadaan jumlah uang yang beredar terlalu banyak atau terlalu sedikit. Ketika jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka pemerintah dapat menaikkan tingkat suku bunga agar masyarakat tertarik untuk menabung atau investasi. Ketika terjadi sebaliknya maka pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga agar jumlah masyarakat yang melakukan investasi rendah.
  3. Kebijakan cadangan kas, pemerintah melalui bank sentral dapat menetapkan jumlah caangan minimum pada bank. Pemerintah dapat memberikan suatu kebijakan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar tergantung pada keadaan suatu negara.
  4. Kebijakan kredit ketat, kredit ketat atau longgar juga melihat jumlah uang yang beredar. Ketika jumlah uang yang beredar banyak maka akan ditetapkan kredit ketat. Ketika keadaan sebaliknya maka akan dilaksankan kredit longgar.

Segala hal yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi moneter memiliki tujuan untuk mengendalikan keadaan ekonomi. Ringkasan materi tentang kebijakan ekonomi ini mungkin dapat membantu kita memahami kebijakan moneter.

Pemahaman tentang kebijakan moneter akan membuat kita lebih bijak dalam melakukan sesuatu dan ikut serta membantu pemerintah menjalankan kebijakan yang telah dibuat. Semakin baik dalam penerapan maka akan berhasil sesuai dengan keinginan pemerintah dalam menetapkan kebijakan tersebut.

Daftar Pustaka
  • Nopirin. 1993. Ekonomi Moneter Buku 1. Yogyakarta: BPFE.
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *