Pengertian Kebutuhan Sekunder, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Kebutuhan Sekunder Adalah

Manusia selain membutuhkan kebutuhan primer juga membutuhkan kebutuhan lainnya. Kebutuhan lain tersebut bisa bersifat sebagai pelengkap. Kebutuhan pelengkap tersebut biasa kita sebut sebagai kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang muncul untuk melengkapi kebutuhan pokok. Kebutuhan tersebut biasanya ada setelah kebutuhan pokok telah terpenuhi. Kebutuhan sekunder memiliki ciri barang yang tidak harus ada. Kebutuhan sekunder ini kurang diprioritaskan. Jenis kebutuhan ini biasanya untuk menunjang segala kebutuhan pokok yang dibutuhkan seseorang. Semua kebutuhan yang diperlukan penting, namun untuk kebutuhan sekunder ini dapat dikatakan kurang penting.

Kebutuhan sekunder ini biasanya untuk mendukung mobilitas atau untuk mempermudah akses manusia, memperindah penampilan, dan lain-lain. Contoh kebutuhan sekunder adalah motor, televisi, tempat hiburan dan lain-lain. Kebutuhan sekunder juga berfungsi untuk memperindah dalam kehidupan manusia. Kebutuhan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung masing-masing individu. Pemahaman lebih lanjut tentang kebutuhan sekunder maka akan kami jelaskan tentang pengertian kebutuhan sekunder, ciri, dan contohnya.

Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang tidak harus dipenuhi oleh seseorang. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka tidak akan mengancam kelangsungan hidup orang tersebut. Kebutuhan sekunder juga bukan merupakan prioritas utama.

Kebutuhan sekunder akan dibutuhkan apabila kebutuhan primer telah terpenuhi. Seseorang akan memikirkan kebutuhan sekunder karena merasa kebutuhan primernya sudah terpenuhi dan tidak merasa khawatir.

Faktor penyebab seseorang membutuhkan hal lain selain kebutuhan primer ialah adanya rasa, keinginan, dan amabisi untuk mencapai sesuatu. Kebutuhan ini biasanya bermula dari suatu keinginan. Keinginan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan primer sehingga terwujud sebagai kebutuhan sekunder.

Kebutuhan sekunder sepuluh tahun yang lalu mungkin berbeda dengan kebutuhan sekunder masyarakat saat ini. Kebutuhan itu terus berubah sesuai dengan keadaan masing-masing individu. Seseorang dapat menetapkan segala kebutuhan berdasarkan pertimbangan masing-masing individu.

Penetuan tingkatan kebutuhan juga melihat prioritas seseorang. Apabila seseorang sebagai pelajar mungkin kebutuhan sekunderny ialah motor lain dengan tukang ojek. Tukang ojek akan mengatakan bahwa merupakan kebutuhan pokok karena tanpa adanya motor kehidupan tukang ojek akan terancam.

Pengertian Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi setelah terpenuhinya kebutuhan primer atau kebutuhan pokok. Kebutuhan sekunder biasanya suatu kebutuhan yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan yang lain.

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang terletak antara kebutuhan primer dan tresier. Kebutuhan sekunder dalam hal pemenuhan kebutuhan bukan prioritas seperti kebutuhan primer. Kebuthan sekunder ini dalam hal pemenuhannya dapat ditunda.

Kebutuhan sekunder ini sebagai pelengkap kebutuhan primer. Apabila hanya memenuhi kebutuhan primer saja mungkin manusia akan merasa agak kesulitan. Kebutuhan ini digunakan untuk mendukung segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Kebutuhan sekunder digunakan sebagai pewarna atau yang membuat hidup seseorang dapat berjalan lebih baik.

Pemenuhan kebutuhan sekunder mungkin dapat meningkatkan kualitas hidup atau bisa juga menurunkan kualitas hidup seseorang. Hal tersebut tergantung pada pemilihan kebutuhan sekunder yang tepat.

Pengertian Kebutuhan Sekunder Menurut Para Ahli

Beberapa ahli memiliki pandangan tersendiri tentang kebutuhan sekunder. Makna kebutuhan sekunder menurut para ahli antara lain,

King

Kebutuhan manusia terdapat tiga hal antara lain,

  • kebutuhan akan informasi kesehatan, agar dapat mengetahui hal-hal yang baik untuk kesehatan.
  • kebutuhan tentang pencegahan penyakit, agar seseorang mampu menjaga kesehatannya.
  • penyembuhan ketika sakit, ketika seseorang sedang tidak sehat maka ia akan mencari obat dan mengusahakan kesembuhan atas dirinya.

Calista Roy

Kebutuhan manusia terbagi atas beberapa aspek yaitu terdiri atas :

  • aspek biologis, berkaitan dengan tubuh manusia.
  • aspek psikologis, berkaitan dengan kejiwaan manusia.
  • aspek sosial, berkaitan dengan interaksi dengan sesama.
  • aspek kultural, berkaitan kebiasaan yang ada dilingkungan.

Abraham Maslow

Kebutuhan manusia dibagi atas beberapa tingkatan anatara lain fisiologi (berkaitan dengan kebutuhan fisik), rasa aman (membutuhkan rasa nyaman tentram dan damai), cinta (merasakan perhatian dari orang lain misal keluarga), harga diri (merasa ingin diakui dengan ego yang dimilik), dan aktualisasi diri (menunjukkan diri dengan percaya diri dengan keahlian yang dimiliki).

Ciri Kebutuhan Sekunder

Kita dapat mengidentifikasi segala jenis kebutuhan kita berdasar beberapa hal yang mencolok. Misal kita dapat mengidentifikasi jenis kebutuhan berdasarkan ciri dari kebutuhan tersebut. Berikut merupakan ciri kebutuhan sekunder,

  1. Kebutuhan yang harus dipenuhi setelah kebutuhan pokok
  2. Tidak harus dipenuhi, tingkat kepentingannya dibawah kebutuhan pokok.
  3. Sebagai pelengkap kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder biasanya bersifat melengkapi kebutuhan pokok.
  4. Kebutuhan yang bersifat penting, yang dimaksud penting ialah untuk melengkapi kebutuhan primer akan kehidupan dapat berjalan dengan baik.
  5. Intensitas pembelian atas barang hanya pada waktu tertentu.
  6. Ketersediaan barang terbatas, karena menyesuaikan kebutuhan seseorang.

Contoh Kebutuhan Sekunder

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebutuhan sekunder kita perlu melihat beberapa contoh. Berikut merupakan contoh yang mungkin dapat termasuk pada jenis kebutuhan sekunder,

  1. Perlengkapan masak, kebutuhan pokok manusia salah satunya ialah makanan yang bergizi. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan peralatan masak yang lengkap. Misal, panci, cobek, kompor, magicom, pengorengan, piring, sendok, dan lain-lain.
  2. Perlengkapan rumah, tempat tinggal tanpa dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan mungkin tidak layak dikatakan sebagai tempat tinggal. Hal-hal yang tersedia di dalam rumah berguna untuk mempermudah kegiatan kita. Misal, setrika, sapu, meja, kursi, kasur, lampu, almari, dan lain-lain.
  3. Berbagai jenis model pakaian, pakaian berguna untuk melindungi tubuh kita dari segala bahaya yang mungkin dapat mengancam tubuh kita. Seperti panas matahari atau yang lain. Pelengkap dari pakaian yang kita gunakan ialah keindahan. Keindahan tersebut dapat kita dapat dari model pakaian yang kita gunakan. Misal, warna baju, model baju, jenis kain, dan lain-lain.
  4. Bebagai jenis klinik kesehatan, manusia membutuhkan akses kesehatan untuk menjaga dirinya agar tetap bugar. Hal tersebut dapat didapat dari berbagai layanan kesehatan. Contoh: klinik mata, klinik gigi, dan lain-lain.
  5. Informasi, hal tersebut dapat menambah pengetahuan dari masing-masing individu. Memperkaya pengetahuan dapat membuat hidup seseorang dirasa lebih lengkap. Contoh: membeli koran, majalah, resep masakan, dan lain-lain.
  6. Perlengkapan mandi, mandi bukan merupakan kebutuhan yang utama namun untuk menjaga kesehatan sehingga seseorang mandi setiap hari. Perlengkapan mandi dapat dikatakan sebagai pelengkap. Contoh: sabun, pasta gigi, sikat gigi, dan lain-lain.

Faktor Penentu Kebutuhan Sekunder

Segala jenis kebutuhan dapat berubah tingkat intensitasnya tergantung masing-masing individu. Kadang kebutuhan tresier dapat berubah menjadi kebutuhan sekunder, kebutuhan sekunder dapat menjadi kebutuhan primer, dan kebutuhan sekunder dapat menjadi kebutuhan tersier. Hal tersebut tergantung sudut pandang seseorang.

Perubahan yang ada mungkin juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada. Faktor tersebut dapat menjadi suatu acuan kita dalam menetapkan perubahan kebutuhan menurut intensitasnya. Berikut merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prioritas akan suatu kebutuhan,

  1. Perkembangan zaman, hal tersebut dapat dilihat dari gaya hidup seseorang. Gaya hidup yang mengikuti zaman maka seseorang dapat mengubah prioritas kebutuhannya. Kebutuhan yang awalnya merupakan kebutuhan tersier dapat berubah menjadi kebutuhan primer.
  2. Lingkungan, segala kegiatan dilingkungan masyarakat sangat menentukan tingkatb prioritas kebutuhan. Apabila tinggal di daerah yang sulit diakses kendaraan maka seseorang tidak membutuhkan kendaraan untuk mendukung kegiatan sehari-hari.
  3. Budaya, terdapat suatu kebiasaan dimana setiap orang harus memiliki ikat kepala sebagai identitas dalam suatu daerah. Ikat kepala tersebut dapat disebut sebagai kebutuhan karena faktor budaya.
  4. Agama, dalam suatu kepercayaan yang menuntut setiap pengikutnya untuk mematuhi suatu peraturan. Peraturan yang ada dalam kepercayaan seseorang dapat menjadi faktor penentu prioritas pada suatu barang dan jasa. Misal, mukena dalam kepercayaan agama Islam sangat penting sebagai pendukung pelaksanaan ibadah seseorang khususnya perempuan.
  5. Situasi, bagi sebagian orang handphone tidak penting namun karena kodisi tertentu handphone menjadi sangat penting. Situasi tersebut membuat prioritas kebutuhan seseorang berubah.

Berdasarkan pengertian kebutuhan sekunder menurut para ahli, ciri, contoh, dan faktor penyebabnya yang telah disampaikan diatas dapat kita simpulkan bahwa kebutuhan sekunder tersebut terjadi setelah kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap dalam suatu kebutuhan manusia.

Pelengkap tersebut dapat memperindah segala hal yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Kebutuhan tersebut dapat dengan mudah kita kenali berdasarkan ciri yang telah disebut. Kebutuhan sewaktu-waktu juga dapat berubah tergantung situasinya. Perubahan juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *