Pengertian Pengangguran Friksional, Penyebab, dan Contohnya

Posted on

Pengangguran Friksional Adalah

Sumber daya manusia salah satu faktor produksi yang akan mendukung jalannya suatu proses produksi baik barang atau jasa. Sumber daya yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja maka akan mengurangi orang-orang yang menganggur. Pengangguran ini biasanya disebabkan tidak ada keterkaitan antara keterampilan setiap individu dengan sumber daya yang dibutuhkan, sehingga muncul jenis pengangguran dengan sebab-sebab tertentu. Pengelompokkan jenis pengangguran dibagi menjadi tiga yaitu dari segi jam kerjanya, penyebabnya, dan cirinya. Salah satu jenis penganguran karena penyebabnya ialah pengangguran friksional.

Pengangguran friksional ialah pengangguran yang disebabkan oleh kondisi tertentu. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan keadaan alam atau sosial. Penyebab bisa keadaan geografis dari seseorang yang ingin mencari kerja. Pengangguran jenis biasanya memang terlihat tidak memiliki pekerjaan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan segera berakhir ketika seseorang telah mendapatkan pekerjaan. Contoh pengangguran adalah seseorang yang sedang menunggu panggilan ketika melamar pekerjaan.

Pengangguran Friksional

Seseorang yang telah menyelesaikan masa belajarnya maka langkah selanjutnya ialah mencari pekerjaan. Seperti yang kita ketahui dalam mencari pekerjaan tidak bisa datang melamar dan langsung bekerja. Terdapat beberapa prosedur yang harus dilalui.

Prosedur tersebut mualia dari melamar pekerjaan, wawancara, hingga dinyatakan diterima untuk mengisi lowongan tersebut. Masa selama menunggu pengumuman atau masa pendaftaran ini dapat disebut sebagai fase menganggur atau pengangguran friksional.

Pengangguran jenis ini juga dapat kita lihat dari lokasi ia berada. Misal secara tiba-tiba terjadi banjir yang menutup akses jalan seseorang ke tempat ia bekerja. Kejadian tersebut membuat seseorang tidak bekerja untuk beberapa hari kedepan. Kejadian seperti ini juga menyebabkan terjadinya pengangguran friksional.

Pengangguran jenis ini banyak terjadi pada seseorang memiliki tempat bekerja yang jauh dari tempat tinggal. Ketika pulang ke desa asalnya untuk beberapa saat. Kendala tersebut dapat dikatakan kendala geografis dan waktu.

Pengangguran friksional tidak mungkin dapat dihindari. Setiap fase kehidupan seseorang pasti akan memasuki fase ini. Lama waktu pada fase ini lah yang mungkin dapat dihindari dengan mengetahui sebab, akibat, serta solusinya. Solusi yang tepat akan menurunkan tingkat pengangguran jenis ini.

Pengertian Pegangguran Friksional

Pengangguran Friksional adalah pengangguran yang disebabkan oleh keadaan geografis atau seseorang yang sedang menunggu panggilan kerja. Pengangguran jenis ini biasanya dirasakan oleh mereka yang sudah melamar pekerjaan tetapi belum memasuki waktu bekerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Jeda waktu seseorang yang sedang melamar pekerjaan dengan panggilan kerja merupakan hal yang wajar terjadi. Ketika kita lihat secara sekilas mungkin orang tersebut sedang tidak bekerja. Dilihat dari kejadian itu seseorang yang menganggur memiliki alasan yang kuat, karena memang belum waktunya untuk bekerja.

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan oleh kurangnya informasi yang diterima oleh seseorang yang ingin mencari pekerjaan. Untuk era saat ini yang serba cepat mungkin informasi bukan lagi masalah tergantung masing-masing individu ingin mencari informasi atau tidak.

Pengangguran friksional adalah seseorang yang sedang ingin berpindah pekerjaan, dimana untuk melakukan perpindahan tersebut dibutuhkan waktu dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Selang waktu selama penantian ini dapat dikatakan jenis pengangguran friksional.

Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang bersifat sementara. Status pengangguran itu akan berakhir ketika masa tunggu akan pekerjaan telah berakhir. Apabila seseorang dalam jangka waktu yang lama tidak mendapat pekerjaan maka dapat dikategorikan sebagai pengangguran terbuka.

Berdasarkan seluruh definisi yang ada maka dapat disimpulkan bahwa pengangguran friksional merupakan jenis pengangguran yang wajar terjadi karena adanya proses permintaan dan penawaran pekerjaan. Proses permintaan dan penawaran ini untuk mencari pekerjaan yang cocok untuk seseorang yang membutuhkan pekerjaan.

Pengertian Pengangguran Friksional Menurut Para Ahli

Mengenai pengangguran beberapa ahli memiliki definisi tersendiri. Berikut merupakan beberapa pendapat para ahli mengenai pengangguran,

  1. Ida Bagoes Mantra, Pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Pengangguran ini dapat termasuk dalam pengangguran terbuka.
  2. Mankiw (dalam bukunya), Pengangguran adalah permasalahan makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan merupakan permasalahan yang sangat berat. Orang yang tidak memiliki pekerjaan biasanya mengalami penurunan kualitas hidup baik secara psikologis atau ekonomi.
  3. Sukirno, Pengangguran adalah seseorang yang termasuk angkatan kerja, tidak memiliki pekerjaan, dan secara aktif tidak mencari kerja.

Penyebab Pengangguran Friksional

Kita tahu bahwa jenis pengangguran ini bersifat sementara, namun terjadinya pengangguran ini tentu terdapat penyebabnya. Berikut merupakan beberapa penyebab pengangguran friksional, yakni;

Lowongan tidak sesuai dengan keterampilan SDM

Penyebab dari penganggura ini bukan karena tidak terdapat lowongan pekerjaan tetapi lowongan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan keterampilan orang tersebut. Keadaan tersebut dapat dikatakan tidak sinkron atau tidak sesuai. Keadaan ini membuat seseorang tidak dapat melamar pekerjaan pada lowongan pekerjaannya yang ada.

Ketika terjadi seperti ini bukan hanya seorang individu yang merasa kebingungan namun perusahaan yang membutuhkan karyawan juga merasa kebingungan. Melihat penyebab ini perlu dipelajari lebih lanjut agar kedepan tidak banyak terjadi kasus seperti ini.

Informasi perusahaan yang tidak sampai kepada SDM yang sesuai

Perusahaan yang membutuhkan karyawan kurang menyebarkan informasi yang ada. Informasi hanya pada media tertentu yang sulit dijangkau oleh para calon karyawan. Informasi dapat dipublikasikan melalui website yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan.

Kadang perusahaan juga kurang memperdulikan tersampaikannya informasi kepada calon pelamar pekerjaan. Ada perusahaan yang hanya membuat brosur yang disebar secara rendom. Informasi lowongan pekerjaan dengan brosur saat ini mungkin kurang relevan, tapi dapat menggunakan situs seperti linkedin, JobStreet.com, Loker.id, Karir.com, Loker BUMN, dan lain-lain.

Perusahaan yang menggunakan beberapa situs ini mungkin keterjangkauan informasi yang disebar lebih jauh dan lebih hemat. Memanfaatkan situs yang terpercaya sehingga seseorang dapat tertarik untuk melamar di perusahaan tertentu.

Kualitas SDM

Kualitas SDM di negara Indonesia dapat dikatakan kurang baik. Banyak lowongan yang tersedia namun kualitas SDM lokal belum memenuhi, sehingga beberapa perusahaan memilih untuk mencari SDM dari luar negeri.

Tindakan perusahaan tersebut membuat semakin bertambahnya jumlah pengangguran friksional. Pemerintah harus mampu memperbaiki SDM yang ada dengan langkah tertentu agar tidak banyak lagi orang yang menganggur.

Proses rekrutmen

Seseorang dapat terlihat menganggur karena sedang mengikuti prosedur rekrutmen dalam suatu perusahaan. Prosedur tersebut memang membutuhkan waktu yang lama. Perusahaan menginginkan karyawan yang terbaik yang dapat bekerja sama dengan perusahaan dan mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang ada.

Prosedur rekrutmen ini dapat menyebabkan seseorang terlihat menganggur karena terdapat selang waktu yang cukup lama. Mulai dari proses rekrutmen, pemberkasan, wawancara, dan lain-lain.

Contoh Pengangguran Friksional

Untuk mendapat pemahaman yang lebih komplit maka kami sajikan beberapa contoh terkait seseorang yang dapat dikatakan pengangguran friksional. Berikut ini merupakan contohnya,

  1. Orang yang baru saja menyelesaikan proses studinya, seseorang yang baru lulus dari pendidikan formal mungkin tidak langsung mendapat pekerjaan. Sementara orang tersebut menginginkan mendapat pekerjaan.
  2. Orang yang ingin beralih pekerjaan, seseorang yang sudah merasa bosan dengan pekerjaan yang ia jalani dan ingin mencari pekerjaan baru. Proses peralihan ini dapat dikatakan bahwa orang tersebut merupakan pengangguran friksional.
  3. Orang yang sedang masa rekrutmen, seseorang yang sudah dinyatakan lolos dalam tahap pertama rekrutmen maka akan menunggu untuk tahap selanjutnya. Selang waktu menunggu untuk tahap selanjutnya merupakan contoh bahwa orang tersebut termasuk dalam penganggura friksional.
  4. Orang yang diberhentikan sementara oleh perusahaan, seseorang yang sedang diberhentikan sementara oleh perusahaan akan tetapi tetap digaji walaupun tidak gaji penuh. Orang tersebut dapat dikatakan sebagai pengangguran.

Pengangguran friksional dilihat dari pengertian, penyebab, dan contohnya bukan merupakan pengangguran yang permanen. Orang dalam kategori pengangguran jenis ini mereka yang sedang berusaha untuk mendapat pekerjaan. Usaha mencari pekerjaan salah satu bentuk seseorang yang memiliki keinginan untuk bekerja. Keberhasilan usaha ini dapat terlihat apabila telah mendapat pekerjaan yang diinginkan.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian pengangguran friksional menurut para ahli, penyebab, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga ulasan ini memberikan wawasan dan edukasi mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *