Pengertian Pengangguran Terselubung, Penyebab, dan Contohnya

Diposting pada

Pengangguran Terselubung Adalah

Pengangguran merupakan permasalahan yang besar bagi suatu bangsa. Bangsa Indonesia masih banyak yang menganggur. Pengangguran ini disebabkan banyak hal yang membuat seseorang tidak mendapatkan pekerjaan lantaran kegiatan ekonominya terganggu. Pengangguran terbagi atas beberapa jenis diantaranya menurut lama waktu bekerja dan faktor penyebabnya. Kita akan membahas salah satu jenis pengangguran berdasakan lama waktu bekerja. Terdapat tiga jenis pengangguran berdasarkan lama waktu bekerja yaitu pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan terselubung. Salah satu jenis itu ialah pengangguran terselubung.

Pengangguran terselubung ialah pekerja tidak dapat bekerja secara optimum karena terlalu banyak jumlah pekerja sehingga banyak pekerja yang menyia-nyiakan waktunya. Pengangguran terselubung disebabkan oleh manajemen perusahaan yang kurang bagus. Manajemen yang dimaksud lebih pada manajemen sumber daya manusia. Baik yang berkaitan dengan kompetnsi sumber daya manusia atau pembagian kerjanya. Contoh ketika memproduksi satu buah bantal hanya diperlukan dua orang. Satu orang bertugas menjahit dan satu orang untuk mengisi isian bantal. Ketika terdapat satu pekerja lagi maka pekerja ke tiga dan selanjutnya dapat dikatakan pengangguran.

Pengangguran Terselubung

Pengangguran terselubung terjadi karena manajemen sumber daya manusia perusahaan yang kurang bagus. Pengangguran merupakan salah satu permasalah makro ekonomi yang sangat sulit di atasi. Perusahaan harus mampu mengelola sumber daya manusia dengan baik agar tidak membiarkan kelebihan tenaga kerja.

Tenaga kerja yang berlebih membuat pekerja tidak dapat mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tugasnya. Pekerja merasa kebingungan dan mungkin akan memilih untuk tidak melakukan apapun atau hanya bergantian antar karyawan.

Pengangguran terselubung harusnya dapat dihindari dengan analisis yang baik serta penempatan yang tepat. Penempatan dalam bekerja harus sesuai dengan kebutuhan jumlah pekerja pada setiap unit kerja. Penempatan yang tepat tidak akan menimbulkan jenis pengangguran ini.

Suatu perusahaan kadang berekspektasi untuk menghasilkan output yang banyak namun tidak diimbangi dengan fasilitas lain. Misal ruang yang cukup luas, ruang gerak yang cukup, pembagian kerja yang sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta lain-lain.

Penganguran terselubung akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan yang berdampak pada keuangan perusahaan. Perusahaan harus mengaji seseorang yang tidak bekerja dengan optimum dalam suatu perusahaan.

Perusahaan harus segera mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi fenomena seperti ini. Perusahaan dapat memilih langkah paling tepat tergantung pada keadaa yang dihadapi oleh perusahaan. Apabila permasalahan terdapat pada jumlah pekerja maka harus mengurangi pekerja tanpa mengurangi output perusahaan. Apabila karena tidak sesuai dengan program keahlian maka dapat mencari pengganti yag tepat bagi perusahaan tersebut.

Kita dapat melihat dan mengamati jeni-jenis pengangguran ini ketika kita telah masuk dunia kerja. Bahkan terdapat kemungkinan bahwa semua orang akan mengalami pada fase pengangguran jenis tertetu yang bersifat sementara. Hal tersebut tidak dapat kita hidari karena fase menganggur merupakan fase yang mungkin semua orang pernah mengalamunya.

Pengertian Pengangguran Terselubung

Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak memiliki keinginan untuk bekerja dan tidak menikmati pekerjaanya. Alasan tersebut dapat disebabkan faktor lingkungan atau faktor kemampuan dari tenaga kerja tersebut.

Pengangguran terselubung adalah tenaga kerja yang bekerja pada bidang tertentu namun tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki. Ketika kemampuan yang tidak sesuai dengan bidang pekerjaan maka dapat dikatakan menganggur.

Dampak yang ditimbulkan dari pengangguran terselubung ini terdapat hal-hal yang dapat merugiakan pekerja itu sendiri atau pemilik perusahaan baik dalam jangka panjang atau jangka pendek. Bagi pekerja akan merasa kurang maksimal dalam melakukan pekerjaan dan bagi perusahaan akan menimbulkan beban yang lebih banyak dibanding output yang dihasilkan.

Ketika terjadi pengangguran terselubung perusahaan dapat melakukan suatu tindakan yaitu mengurangi jumlah apabila terlalu banyak pekerja. Jumlah pekerja yang tersisa diharapkan dapat menghasilakan output seperti sebelum melakukan pengurangan tenaga kerja.

Apabila terjadi pengangguran terselubung karena tidak sesuai latar belakang pendidikan, perusahaan dapat memberikan pelatihan atau mencari pegawai baru yang lebih kompeten dibidang yang akan dikerjakan.

Pengertian Penganggura Terselubung Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dalam buku makrekonomi memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai pengertian pengangguran. Berikut beberapa pengertian pengangguran menurut para ahli,

  1. Nanga, Pengangguran adalah suatu keadaan seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja namun tidak memiliki keinginan untuk bekerja.
  2. Sukirno, Pengangguran adalah seseorang yang ssecara aktif mencari pekerjaan namun belum mendapat pekerjaan.

Penyebab Pengangguran Terselubung

Terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan pasti terdapat beberpa penyebab. Begitu pula dengan pengangguran terselubung, berikut beberapa penyebab pengangguran terselubung,

  1. Latar belakang pendidikan yang kurang sesuai, kadang terdapat pekerja yang kurang sesuai dengan latar belakang pendidikannya sehingga tidak dapat melakukan sesuatu secara maksimal. Pekerja tersebut merasa tidak mampu mengerjakan pekerjaannya atau bahkan merasa terlalu mudah pekerjaan yang ia kerjakan.
  2. Pekerjaan yang dirasa mudah akan membuat seseorang lebih cepat dalam mengerjakan pekerjaannya. Orang tersebut memiliki sisa waktu yang banyak untuk bersantai sehingga ia merasa tidak memiliki kesibukkan. Hal tersebut menyebabkan orang tersebut merasa menganggur.
  3. Jumlah pekerja yang terlalu banyak, dalam suatu unit kerja ketika melakukan sesuatu pasti terdapat kapasitas maksimum dalam mengerjakan sesuatu. Ketika suatu pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh dua orang namun dalam unut tersebut terdapat lima pekerja maka terdapat kemungkinan untuk bergantian dalam bekerja atau bekerja bersama-sama dengan ruang gerak yang sempit. Hal tersebut membuat seseorang tidak dapat bekerja secara optimal sehingga orang yang bersangkutan merasa menganggur. Pemilik perusahaan mungkin akan berpandangan bahwa pekerja tidak dapat menghasilkan output yang banyak.
  4. Pembagian kerja yang kurang tepat, jumlah pekerja yang terlalu banyak dalam suatu unit juga membuat seseorang merasa menganggur walaupun sebenarnya banyak hal yang harus diselesaikan dengan baik.

Contoh Pengangguran terselubung

Kita dalam mempelajari suatu hal harus mengetahui penerapanya secara kontekstual. Pemahaman kontekstual sangat penting bagi kita untuk bekal dimasa yang akan datang tentang pengetahuan yang telah kita ketahui. Berikut merupakan beberapa contoh pengangguran terselubung yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan latar belakang

Adapun untuk contoh pengangguran terselubung berdasarkan pada latar belakang, antara lain;

  • Lulusan D3 keperawatan yang bekerja sebagai sekretaris

Seorang ahli madya keperawatan tidak begitu paham tugas seorang sekretaris karena memang tidak pernah mempelajari akan hal tersebut. Ketika melaksanakan pekerjaannya ia merasa kebingungan akan hal tersebut dan menghambat kinerja para karyawan lain yang berhubungan dengan sekretaris tersebut.

  • Sarjana hukum bekerja sebagai guru sekolah dasar

Seorang sarjana hukum seharusnya memiliki profesi yang berkaitan dengan hukum. Ketika sarjana hukum menjadi seorang guru maka ia tidak memiliki kemampuan untuk mengorganisasikan kelas, membantu siswa belajar, dan lain-lain yang berkaitan dengan profesi guru di sekolah.

Ketika menjalankan tugas menjadi seorang guru ia merasa kesusahan karena tidak terbiasa dengan hal tersebut. Pengetahuan yang terbatas mengenai bagaimana menjadi guru maka menimbulkan ketidak nyamanan dalam bekerja sehingga dapat dikatakan sebagai pengangguran terselubung.

Berdasarkan pembagian kerja

Sedangkan berdasarkan pembagian kerja, contoh dalam pengangguran terselubung, antara lain;

  • Terlalu banyak pekerja

Dalam satu unit yang seharusnya dapat dikerjakan lima orang namun dalam unit tersebut terdapat delapan orang. Tiga orang dari unit tersebut dapat dikatakan sebagai pengangguran. Kemungkinan akan bekerja secara bergantian.

  • Ruangan kerja

Pabrik krupuk dengan luas dapur yang hanya cukup untuk lima orang pekerja dapat menghasilakan 1500 krupuk perhari. Ketika pesanan meningkat pemilik pabrik memutuskan untuk menambah jumlah pekerja, sehingga saat ini terdapat delapan orang pekerja. Delapan oorang pekerja tersebut dalam sehari mengahsilkan 1200 krupuk.

Pemilik perusahaan menyadari terjadi penurunan output dari produksi. Hal tersebut disebabkan karena yang biasanya dikerjakan oleh lima orang dapat bekerja sesuai dengan bagian masing-masing ketika ditambah orang pekerja merasa kebingungan terkait pembagian kerja hingga outputnya berkurang.

Berdasarkan fenomena tersebut tiga orang tambahan pekerja baru tersebut memeperlambat kinerja dan menimbulkan penganggura terselubung dalam suatu perusahaan.

Jenis pengangguran terselubung memang tidak dapat mudah diketahui oleh pihak eksternal dari tempat seseorang bekerja. Pengangguran terselubung ini akan diketahui oleh pihak internal perusahaan seperti, pemilik perusahaa, teman kantor, atau bahkan diri sendiri. Pengangguran jenis ini akan menjadi pengangguran terbuka apabila tidak dapat menyesuaikan dengan baik apa yang sedang dikerjakan.

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pemahaman materi pengertian pengangguran terselubung menurut para ahli, penyebab, dan contohnya di masyarakat. Semoga memberikan wawasan dan referensi. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  1. Nanga, M. 2005. Makro Ekonomi: Teori Masalah dan Kebijakan. Surakarta: Kencana.
  2. Sukirno, S. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi ketiga. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
  3. Sadiyah, C dan Argo P, D. 2009. Ekonomi 2: Kelas XI IPS SMA dan MA. Jakarta: Pusat Penerbitan, Departemen Pendidikan Nasional 2009.
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *