Pengertian Liabilitas, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Liabilitas Menurut Para AhliKetika kita mempelajari suatu ilmu ekonomi maka akan mengenal istilah-istilah baru yang mungkin belum kita ketahui. Pernahkah kalian mendengar atau membaca tentang istilah liabilitas? Jika kalian belum mengetahui maka kita dapat memahami dengan mudah makna liabilitas ialah hutang.

Jenis hutang dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Jenis yang mungkin sering kita dengar ialah berdasarkan waktu. Kita sering mendengar utang jangka panjang, utang jangka pendek, dan utang jangka menengah. Hal tersebut dapat kita lihat baik dari segi ekonomi makro atau mikro tergantung perusahaan yang terlibat.

Liabilitas

Liablitas adalah salah satu nama akun dalam istilah akuntansi yang maknanya utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Utang merupakan kebalikan dari aset dalam perusahaan tersebut. Aset merupakan hak perusahaan tersebut, sementara utang merupakan sejumlah uang atau modal yang harus dikembalikan oleh pemilik perusahaan tersebut.

Liabilitas juga dapat diartikan sebagai kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan. Kewajiban tersebut dapat dibayar secara langsung atau tidak langsung tergantung kesepakatan perusahaan. Kesepakatan tersebut harus ditepati oleh perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam membayar liabilitas juga menjadi pertimbangan perusahaan lain untuk melakukan investasi.

Kemampuan perusahaan dalam membayar liabilitas dapat menjadi salah satu perusahaan yang memiliki pengelolaan keuangan yang baik. Pengelolaan yang baik akan membuat orang lain merasa percaya dengan perusahaan tersebut sehingga banyak perusahaan yang bergabung dengan perusahaan tersebut.

Liabilitas memiliki peran yang penting dalam persamaan dasar akuntasi. Adanya liabiliatas ini juga sebagai penyeimbang antara ekuitas dan aset. Liabilitas menempati sisi kanan yang biasa kita sebut sebagai sisi beban. Disebut sisi beban karena banyaknya jenis akun beban yang terdapat dalam kolom persamaan dasar auntansi.

Pengertian Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban yang harus dibayar kepada pihak lain baik perseorangan atau perusahaan diwaktu yang akan datang. Hal tersebut harus disampaikan berdasarkana apa semestinya. Kewajiban ini harus diselesaikan sesuai denga tempo yang ditentukan.

Liabilitas adalah salah satu akun yang ada pada dalam persamaan dasar akuntansi. Liabilitas memiliki makna yang banyak tergantung cakupan dari liabilitas tersebut. Ketika kita mempelajari lebih lanjut tentang liabilitas maka kita akan mengetahui akun-akun yang termasuk dalam liabilitas.

Persamaan dasar akuntansi ini juga digunakan untuk menhitung besar aset, modal, dan lain-lain. Tentu saja liabilitas memiliki pengaruh yang besar pada perusahaan yang sedang berjalan. Ketika suatu perusahaan tidak dapat mengkontrol liabilitas dari perusahaan tersebut maka akan terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Kemungkinan tersebut ialah berupa kerugian.

Kerugian yang ada biasanya disebabkan besarnya liabilitas yang harus dibayar, terlalu banyak liabilitas yang tidak tertagih atau terbayar, atau terlalu banyak jumlah liabilitas sehingga peusahaan tidak memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban tersebut. Semakin besar kewajiban maka sejalan dengan bertambahnya jumlah liabilitas.

Liabilitas juga menentukan besarnya perubahan modal yang dapat kita lihat dalam laporan perubahan modal. Hasil laporan perubahan modal akan diposting dalam neraca yang akan digunakan sebagai dasar transaksi pada bulan berikutnya.

Pengertian Liabilitas Menurut Para Ahli

Adapun menurut para ahli, definisi liabilitas antara lain sebagai berikut;

Fianncial Accounting Standards Board (FASB)

Liabilitas adalah segala sesuatu yang mungkin harus dikorbankan untuk masa depan atas segala manfaat ekonomi yang telah diterima saat ini. Manfaat tersebut berupa modal yang digunakan saat ini akan menimbulkan suatu aktiva atau yang lain. Aktiva tersebut merupakan salah satu hasil dari segala sesuatu yang diusahakan di masa lalu.

Definisi dari ahli ini dapat kita pahami bahwa liabilitas ini ada karena segala kegiatan yang kita lakukan di masa lalu. Ketika kita membeli suatu aset atau mewujudkan liabilitas ini dalam bentuk aktiva apapun maka kedepan kita harus membayar atas kewajiban tersebut

Jenis Liabilitas

Liabilitas dibagi menjadi dua berdasarkan periode pengembalian atas kewajiban. Dapat dikategorikan liabilitas jangka panjang dan jangka pendek. Berikut merupakan penjelasan utang jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka pendek

Liabilitas jangka pendek merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Liabilitas jangka pendek memiliki periode paling lama lima tahun. Jumlah kewajiban yang harus dikembalikan juga tidak terlalu besar dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Liabilitas jangka pendek ini biasa kita sebut sebagai utang. Ketika kita memiliki utang maka kita memiliki kewajiban untuk mengembalikan atas utang tersebut. Jenis liabilitas jangka pendek yang perlu dibayar atau kita terima antara lain, Utang dagang, Utang wesel, Piutang, Pendapatan diterima dimuka, Utang gaji, Utang dividen, Utang pajak, dan lain-lain.

Jenis utang tersebut dapat dikatakan sebagai utang lancar yang setiap periode jumlahnya dapat berubah-ubah. Jumlah utang lancar ini menyesuaikan banyaknya transaksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan mitra usaha.

Jangka panjang

Liabiltas jangka panjang ialah kewajiban yang memiliki jatuh tempo yang lama. Liabilitas jangka panjang sedikit berbeda dengan liabilitas jangka pendek. Liabilitas jangka panjang ketia jatuh tempo maka sebagian akan menjadi liabilitas jangka pendek.

Liabilitas jangka panjang memiliki resiko yang lebih banyak dibanding dengan liabilitas jangka pendek. Resiko tersebut dapat berasal dari beberapa hal. Resiko dapat berasal dari perusahaan itu sendiri atau perusahaan mitra tergantung pada keadaan yang ada. Tingginya resiko yang harus ditanggung maka perusahaan harus mempertimbangkan dengan baik segala kemungkinannya.

Liabilitas jangka panjang juga terdapat kemungkinan tidak tertagih. Penyebab utang jangka panjang tidak dapat tertagih karena terdapat beberapa penyebab antara lain, perusahaan mengalami kebangkrutan, perusahaan sudah tidak beroperasi, dan lain-lain. Perusahaan yang memberikan piutang jangka panjang harus selalu mengantisipasi segala kemungkinan yang ada.

Ketika terdapat kemungkinan piutang tidak dapat ditagih harus segera mencari alternatif penyelesaian masalah tentang liabilitas jangka panjang ini sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Surat perjanjian awal merupakan kekuatan dari masing-masing perusahaan. Jenis utang yang dapat dikatakan utang jangka panjang antara lain, Utang bank, Utang obligasi, Utang sewa dana, Utang pemegang saham, Utang sewa jangka panjang, dan lain-lain.

Liabilitasa jangka pendek dan jangka panjang memiliki cara yang berbeda dalam pencatatan akuntansi. Utang jangka pendek dan panjang tentu akan mempengaruhi jalannya suatu perusahaan. Untuk tata penulisan dalam pembukuan akan kita pelajari kedepannya.

Contoh Liabilitas

Setelah kita mempelajari liabilitas kita akan mempelajari beberapa contoh liabilitas. Liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Berikut penjelasannya.

  1. Utang dagang, termasuk utang jangka pendek. Contoh utang dengan sesama perusahaan, utang dengan konsumen atau pelanggan, utang kepada pemasok, dan lain-lain.
  2. Utang wesel, berupa tagihan atas wesel yang harus dibayar. Transaksi yang dilakukan tidak memiliki nominal yang besar. Perusahaan perlu melakukan kerjasama dengan instansi bank untuk membayarkan kewajiban ini.
  3. Utang gaji, kewajiban yang harus dibayar pada karyawan pada jangka waktu tertentu. Kewajiban tersebut harus dibayar karena berkaitan dengan pegawai perusahaan. Utang ini harus menjadi prioritas agar pegawai memiliki semangat untuk mengerjakan segala jenis pekerjaan yang diberikan.
  4. Pendapatan diterima dimuka, jenis pendapatan yang sudah kita terima sebelum melakukan pekerjaa. Ketika perusahaan memiliki jenis pendapatan ini maka harus segera menyelesaikan tanggungan kepada konsumen. Pendapatan diterima dimuka dapat terjadi pada jenis perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur.
  5. Utang obligasi, jenis utang dalam bentuk surat berharga yaitu obligasi. Ketika seseorang membutuhkan dana kadang menggunakan obligasi maka ketika telah jatuh tempo waktu yang ditetapkan harus membayar berdasarkan perhitungan yang berlaku.
  6. Utang pemegang saham, pemegang saham dapat meminjamkan uang kepada pemilik perusahaan berupa pinjaman modal. Besaran pinjaman modal ini tergantung pada masing-masing individu. Utang ini akan beraakhir ketika orang tersebut tidak lagi ingin bekerjasama dengan perusahaan tersebut.
  7. Utang sewa jangka panjang, utang jenis ini berkaitan dengan lokasi usaha dan lain-lain. Utang sewa ini memiliki jumlah yang besar tergantung nilai dari biaya sewa tersebut.

Baik utang jangka pendek atau jangka panjang termasuk dalam liabilitas begitu pula dengan segala hal yang dibayar dimuka. Ketika memiliki sesuatu yang dibayar dimuka maka kita memiliki kewajiban untuk membayar dengan jasa atau meminta hak atas kewajiban orang lain.

Itulah sekilas bahan bacaan yang bisa kami sampikan pada segenap pembaca berkaitan dengan pengertian liabilitas menurut para ahli, jenis, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga memberikan wawasan serta menambah referensi.

Daftar Pustaka
  • Harnanto. 2019. Dasar-dasar Akuntansi. Semarang: Andi.
  • www.fasb.org
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *