Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Teori, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Pertumbuhan Ekonomi Adalah

Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan nilai pasar yang disesuaikan dengan inflasi dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu ekonomi dari waktu ke waktu. Ini secara konvensional diukur sebagai tingkat persen kenaikan dalam produk domestik bruto riil, atau PDB riil. Karena pertumbuhan ekonomi diukur sebagai perubahan persen tahunan dari produk domestik bruto (PDB), ia memiliki semua kelebihan dan kekurangan dari ukuran itu.

Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya dibandingkan dengan menggunakan rasio PDB terhadap populasi atau pendapatan per kapita. Terdapat banyak teori yang dikemukakan oleh para ahli terkait pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah atau negara, salah satunya yaitu teori pertumbuhan ekonomi klasik dengan salah satu tokohnya yaitu Adam Smith, yang menekankan pada pengaruh pertumbuhan penudududk terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi mengacu pada peningkatan produksi agregat dalam suatu ekonomi. Seringkali, tetapi tidak harus, keuntungan agregat dalam produksi berkorelasi dengan peningkatan produktivitas marginal rata-rata.

Itu mengarah pada peningkatan pendapatan, mengilhami konsumen untuk membuka dompet mereka dan membeli lebih banyak, yang berarti kualitas materi kehidupan atau standar hidup yang lebih tinggi.

Dalam ekonomi, pertumbuhan umumnya dimodelkan sebagai fungsi modal fisik, modal manusia, tenaga kerja, dan teknologi. Sederhananya, meningkatkan kuantitas atau kualitas populasi usia kerja, alat yang harus mereka gunakan, dan resep yang mereka miliki untuk menggabungkan tenaga kerja, modal, dan bahan baku, akan mengarah pada peningkatan hasil ekonomi.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Secara sederhana, pertumbuhan ekonomi dapat dipahami sebagai proses dimana kekayaan suatu negara meningkat dari waktu ke waktu. Meskipun istilah ini sering digunakan dalam diskusi kinerja ekonomi jangka pendek, dalam konteks teori ekonomi umumnya merujuk pada peningkatan kekayaan selama periode yang panjang.

Pertumbuhan ekonomi juga dapat didefinisikan sebagai peningkatan dalam produksi barang dan jasa ekonomi, dibandingkan dari satu periode waktu ke periode lainnya. Pertumbuhan ekonomi bisa menjadi indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Sehingga menjadi hal yang penting untuk melakukan penghitungan pertumbuhan ekonomi.  Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi yaitu dengan menghitung nilai uang. Nilai uang tersebut akan tercermin pada produk domestik bruto (PDB).

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Adapun definisi pertumbuhan ekonomi menurut para ahli, antara lain:

Adam Smith

Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkat ekonomi di suatu negara yang bertumpu pada pertambahan penduduk. Melalui pertambahan penduduk tersebut, maka output atau hasil dari suatu negara akan ikut bertambah.

Sadono Sukirno

Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun, sehingga untuk mengetahuinya harus diadakan perbandingan pendapatan naional dari tahun ke tahun, yang dikenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Berikut ini beberapa teori partumbuhan ekonomi, antara lain:

Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Beberapa tokoh yang mendukung teori pertumbuhan ekonomi klasik, antara lain:

  • Adam Smith

Adam Smith erpendapat bahwa suatu perekonomian akan tumbuh dan berkembang apabila ada pertambahan penduduk yang dapat memperluas pasar serta mendorong spesialisasi. Munculnya spesialisasi tersebut dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan mendorong kemajuan teknologi hingga pertumbuhan ekonomi.

  • David Ricardo

David Ricardo berpendapat bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu besar dapat menghasilkan tenaga kerja yang melimpah. Tenaga kerja yang melimpah justru  akan menyebabkan upah yang diterima masing-masing menurun.

Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai tingkat hidup minimum (subsistence level). Pada tahap tersebut, kondisi perekonomian mengalami stagnasi atau kemandegan yang dinamakan stationary state.

  • Thomas Robert Malthus

Malthus berpendapat bahwa bahan makanan akan mengalami pertambahan seperti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), sedangkan penduduk akan mengalami pertambahan sepeti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya).

Hal tersebut mengakibatkan bahan makanan tidak cukup untuk menghidupi penduduk (akan terjadi kelaparan), sehingga masyarakat hidup pada yang tingkat subsistence (pas-pasan) dan perekonomian mengalami kemandegan.

Pertumbuhan Ekonomi Neo-klasik 

Beberapa tokoh yang mendukung teori pertumbuhan ekonomi neo-klasik, antara lain:

  • Harrod-Domar

Harrod-Domar mengemukakan bahwa perlu adanya pembentukan modal (investasi) sebagai syarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang mantap/teguh (steady growth). Jika pembentukan modal telah dilakukan, maka perekonomian akan sanggup memproduksi barang-barang dalam jumlah yang lebih besar.

  • Schumpeter

Schumpeter berepndapat bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), sebab mereka berani melakukan inovasi dalam aktivitas produksi.

  • Robert Solow

Solow mengemukakan dahwa dalam jangka panjang tingkat tabungan bisa menentukan modal dalam proses produksi. Hal itu berarti bahwa semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi pula modal dan output yang dihasilkan.

Pertumbuhan Ekonomi Historis

Beberapa tokoh yang mendukung teori pertumbuhan ekonomi historis, antara lain:

  • Frederich List

Frederich List membagi tahapan pertumbuhan ekonomi berdasarkan pada kebiasaan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara produksi, yaitu:

  1. Berburu dan mengembara (manusia bergantung pada alam)
  2. Beternak dan bertani
  3. Pertanian dan kerajinan
  4. Industri, kerajinan, dan juga perniagaan
  • Werner Sombart

Werner Sombart mengemukakan bahwa tahapan pertumbuhan ekonomi bisa terjadi karena masyarakat mempunyai susunan organisasi dan ideologi masyarakat.

Tahapannya tersebut meliputi:

  1. Zaman perekonomian tertutup, yaitu zaman ketika barang yang dihasilkan masyarakat masih terbatas dan mereka menghasilkan barang tersebut secara kekeluargaan
  2. Zaman kerajinan dan pertumbuhan, yaitu ketika masyarakat mulai ada pembagian kerja, dan
  3. Zaman kapitalis, yaitu ketika sudah muncul pemilik modal.
  • Walt Whitman Rostow

Rostow berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Tradisional, yaitu tahap ketika perekonomian didominasi sektor pertanian.
  2. Transisi (pratake-off), yaitu tahap ketika terjadi peralihan struktur tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri.
  3. Tinggal landas (take-off), yaitu tahap ketika hambatan dalam struktur sosial dan politik bisa diatasi.
  4. Menuju kematangan (the drive to maturity), yaitu tahap ketika serikat buruh dan dagang semakin maju.
  5. Tahap konsumsi masa tinggi (high mass consumption), yaitu tahap ketika tenaga kerja didominasi oleh tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.
  • Karl Bucher

Karl Bucher menjelaskan pertumbuhan ekonomi di suatu negara dengan berdasarkan pada hubungan produsen dengan konsumen, yang bisa dibagi menjadi beberapa tahapan:

  • Masa rumah tangga tertutup, yaitu ketika masyarakat hanya memenuhi kebutuhan kelompoknya sendiri.
  • Masa rumah tangga kota, yaitu ketika sudah muncul hubungan dagang antar desa dan desa dengan kota.
  • Masa rumah tangga bangsa/kemasyarakatan, yaitu ketika perdagangan antar kota yang akan membentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran dagang dalam negara.
  • Masa rumah tangga dunia, yaitu ketika masa di mana perdagangan telah melewati masa-masa negara.

Pertumbuhan Ekonomi Kuznets

Kuznets mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kemampuan jangka panjang suatu negara dalam menyediakan berbagai jenis barang-barang ekonomi dengan jumlah yang banyak kepada penduduknya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut bisa dicapai karena adanya 3 faktor yaitu:

  1. Peningkatan persediaan barang yang terus-menerus.
  2. Perkembangan teknologi.
  3. Penggunaan teknologi secara efektif dan efisien.

Ciri Pertumbuhan Ekonomi

Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi menurut Prof. Simon Kuznets yaitu sebagai berikut:

  1. Laju pertumbuhan penduduk dan produk per kapita

Cepat dan tingginya kenaikan produk per kapita dan pertumbuhan penduduk menjadi salah satu penciri terjadinya pertumbuhan ekonomi.

  1. Peningkatan produktivitas

Peningkatan produktivitas terkait dengan pengertian pertumbuhan ekonomi sendiri yaitu keadaan meningkatnya produksi barang ataupun jasa.

  1. Laju perubahan struktural yang tinggi

Laju perubahan struktural yang tinggi ditandai dengan terjadinya peralihan dari sektor pertanian ke non-pertanian, peralihan dari sektor industri ke jasa, dari kegiatan perusahaan perseorangan ke perusahaan yang berbadan hukum, serta perubahan yang terjadi dalam berbagai skala unit produktif dan status kerja buruh.

  1. Urbanisasi

Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, urbanisasi menjadi produk industrialisasi. Urbanisasi itu sendiri secara sempit bisa diartikan sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota, yang berarti terjadi pergeseran dari usaha agraris (pertanian) ke usaha industri.

  1. Ekspansi negara maju

Terjadinya ekspansi negara maju tentunya tidak terlepas dari latar belakang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari suatu negara.

Cara Menghasilkan Pertumbuhan Ekonomi

Ada beberapa cara untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, yaitu:

  1. Peningkatan jumlah barang modal fisik dalam perekonomian

Menambahkan modal ke dalam suatu sistem perekonomian akan cenderung meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Dengan menggunakan alat yang lebih baru, lebih baik, dan lebih banyak berarti bahwa pekerja bisa menghasilkan output lebih banyak per periode waktu.

Misalnya, seorang nelayan yang menagkap ikan dengan menggunakan jaring akan mendapatkan tangkapan yang lebih banyak per jamnya dibangdingkan nelayan yang menggunakan tongkat runcing.

Namun dua hal penting untuk proses ini. Seseorang dalam perekonomian harus terlebih dahulu terlibat dalam beberapa bentuk tabungan (mengorbankan konsumsi mereka saat ini) untuk membebaskan sumber daya untuk menciptakan modal baru, dan modal baru harus jenis yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat bagi pekerja untuk benar-benar menggunakannya secara produktif.

  1. Peningkatan teknologi

Contohnya adalah penemuan bahan bakar bensin; sebelum penemuan tenaga pembangkit energi bensin, nilai ekonomi minyak bumi relatif rendah. Penggunaan bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor menyebabkan distribusi barang yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih efisien.

Teknologi yang ditingkatkan memungkinkan pekerja untuk menghasilkan lebih banyak output dengan stok barang modal yang sama, dengan menggabungkan mereka dengan cara-cara baru yang lebih produktif.

Seperti halnya pertumbuhan modal, tingkat pertumbuhan teknis sangat tergantung pada tingkat tabungan dan investasi, karena tabungan dan investasi diperlukan untuk terlibat dalam penelitian dan pengembangan.

  1. Pertumbuhan angkatan kerja

Semuanya setara, lebih banyak pekerja menghasilkan lebih banyak barang dan jasa ekonomi. Selama abad ke-19, sebagian dari pertumbuhan ekonomi AS yang kuat adalah karena masuknya tenaga kerja imigran yang murah dan produktif. Seperti halnya pertumbuhan yang didorong oleh modal, ada beberapa syarat utama untuk proses ini.

Meningkatkan tenaga kerja juga perlu meningkatkan jumlah output yang harus dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan primer pekerja baru, sehingga pekerja baru setidaknya harus cukup produktif untuk mengimbangi ini dan bukan menjadi konsumen bersih.

Juga seperti penambahan modal, penting bagi jenis pekerja yang tepat untuk mengalir ke pekerjaan yang tepat di tempat yang tepat bersama dengan jenis barang modal pelengkap yang tepat untuk mewujudkan potensi produktif mereka.

  1. Peningkatan modal manusia

Ini berarti pekerja menjadi lebih terampil dalam kerajinan tangan mereka, meningkatkan produktivitas mereka melalui pelatihan keterampilan, coba-coba, atau hanya lebih banyak latihan. Tabungan, investasi, dan spesialisasi adalah metode yang paling konsisten dan mudah dikendalikan.

Sumber daya manusia dalam konteks ini juga dapat merujuk pada modal sosial dan kelembagaan; kecenderungan perilaku menuju kepercayaan sosial yang lebih tinggi dan timbal balik serta inovasi politik atau ekonomi seperti perlindungan yang ditingkatkan untuk hak-hak properti pada dasarnya adalah jenis-jenis modal manusia yang dapat meningkatkan produktivitas ekonomi.

Contoh Pertumbuhan Ekonomi

Berikut ini beberapa contoh terjadinya pertumbuhan ekonomi di aiatu negara, antara lain:

  1. Penggunaan mesin dalam produksi barang pada suatu industri, sehingga jumlah produk yang dihasilkan akan lebih banyak dibandingkan produksi yang dilakukan secara manual. Misalnya pada industri kue kering, dulu orang membuat adonan kue yang diaduk menggunakan tangan manusia, tapi saat ini adonan bisa diaduk dengan mudah menggunakan
  2. Adanya perkembangan teknologi, seperti software, yang bisa meringankan pekerjaan manusia. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut juga lebih singkat. Misalnya adanya ojek online yang memanfaatkan teknologi sebagai modal utama usahanya.
  3. Banyak berdirinya pabrik-pabrik manufaktur yang dibuka dan beroperasi, seperti perusahaan manufaktur alat berat, dan lain sebagainya.
  4. Tingginya tingkat ekspor barang dalam negeri. Hal tersebut mengindikasikan bahwa produk-produk dalam negeri diterima dengan baik di negara lain. Misalnya produk-produk meubel dari Jepara, Jawa Tengah yang sudah diakui kualitasnya oleh negara lain.
  5. Adanya pelatihan-pelatihan tenaga kerja, yang bermanfaat dalam meningkatkan keahlian, pengetahuan, dan wawasan bagi sumber daya manusia. Dengan bertambahnya kemampuan, pengetahuan, dan wawasan tenaga kerja, maka tingkat produktivitaspun dapat mengalami peningkatan.

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian pertumbuhan ekonomi menurut para ahli, teori, ciri, cara meningkatkan, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *