Ruang Lingkup Ekonomi Pertanian dan Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Ruang Lingkup Kajian Ekonomi Pertanian

Manusia untuk bertahan hidup membutuhkan alat pemuas kebutuhan dalam hal ini ialah makanan untuk tetap memiliki energi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu penghasil makanan pokok adalah bidang pertanian. Dimana produk yang dihasilkan bidang pertanian harus dijual serta dipasarkan oleh badan usaha atau perusahaan perorangan.

Atas alasan demikianlah salah satu ilmu yang digunakan ialah ekonomi pertanian. Dimana ekonomi bidang pertanian ini terdapat ruang lingkup yang dimulai dari pembuatan bibit hingga sampai pada konsumen akhir.

Ekonomi Pertanian

Ekonomi pertanian adalah salah satu ilmu terapan yang mengaitkan ilmu pertanian dan ekonomi. Hal yang didapatkan berkaitan dengan Ilmu sosial (kemasyarakatan) yang ditinjau dari manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat. Ilmu ini memilliki batasan sesuai dengan disiplinnya dan melihat hubungan dengan disiplin ilmu lainnya.

Ruang Lingkup Ekonomi Pertanian

Adapun untuk ruang lingkup dan contoh kajian yang ada di dalam ekonomi pertanian. Antara lain;

  1. Pembuatan bibit

Penyediaan bibit tidak hanya mempertimbangkan kualitas bibit namun juga jumlah bibit yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Pihak pertanian sebuah daerah harus bekerjasama dengan pelaku ekonomi bidang pertanian untuk mengetahui berapa banyak bibit yang dibutuhkan di daerah tersebut. Penghitungan yang tepat diharapkan dapat memudahkan petani dalam memenuhi segala kebutuhkan bidang pertanian.

  1. Kebutuhan pangan

Jenis tanaman yang ditanam menyesuaikan kebutuhan makanan masyarakat. Apabila hal ini dilakukan dengan jumlah lahan di negara Indonesia yang masih memadai sehingga dapat memenuhi permintaan secara menyeluruh tanpa harus melakukan impor pada produk tertentu.

Kebutuhan primer pangan ini dapat dihitung secara matematis sehingga akan menemukan sebuah angka yang dapat dijadikan target produksi.

  1. Jenis pangan yang dibutuhakan

Ketika membuat bibit tanaman harus menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Jenis bibit yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga bibit yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan dengan biak. Menanan tanaman juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan menyesuaikan kondisi tanah suatu daerah.

  1. Jumlah pangan yang dibutuhkan

Menanam produk pertanian harus menyesuaikan jumlah yang diminta oleh masyarakat. Jumlah tersebut harus melalui riset yang ada di lapangan agar tidak terjadi kelanggkaan atau penumpukan hasil panen atas produk pertanian tertentu.

  1. Sasaran konsumen produk pertanian

Semua orang pasti mengkonsumsi hasil pertanian, tetapi dengan kualitas yang berbeda-beda tergantung pada daya beli masing-masing individu. Petani dalam memproduksi seharusnya sudah menetapkan segmentasi produk yang paing tepat untuk produk yang dihasilkan.

  1. Pemasaran produk

Melalui ekonomi pertanian kita dapat memilih cara yang paling tepat dalam memasarkan produk yang telah dihasilkan. Setiap produk memiliki perlakuan yang berbeda dalam pemasarannya. Misa produk yang mudah busuk seperti sayuran segar, apabila ingin dipasarkan ke tempat yang jauh maka harus

  1. Gudang produk

Usaha yang ada di bidang pertanian khususnya makanan pokok tentusaja sangat membutuhkan gudang. Apalagi sebuah perusahaan persekutuan yang memiliki cakupan konsumen yang sangat luas. Hal ini perlu dipikirkan oleh para pelakunya.

  1. Kemasan produk

Salah satu yang membuat suatu produk lebih menarik ketika tampilan produk menarik untuk dipandang. Ketertarikan yang timbul dapat meningkatkan keinginan untuk membeli produk. Hal ini dipelajari dalam ilmu ekonomi, sehingga dapat membuat orang semakin tertarik untuk membeli produk pertanian yang dihasilkan ditambah dengan kualitas produk yang baik.

  1. Biaya tanam

Sebuah usaha pasti mengingikan sebuah keuntungan pada setiap usahanya. Besaran keuntungan yang ingin diperoleh disesuaikan dengan biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Besaran keuntungan dapat dihitung sedemikian rupa sehingga tidak merugikan pihak mana pun.

Kadang petani juga mengalami kerugian karena banyaknya hasil panen yang diperoleh sehingga tidak ada tempat untuk menjual produk tersebut atau dijual dengan harga yang rendah.

  1. Biaya produksi

Langkah selanjutnya setelah penan sebuah produk pertanian harus dikemas dan dipasarkan. Biaya yang digunakan untuk mengemas, memasarkan, dan lain-lain harus dihitung. Hal ini membuat seseorang memadukan antara ilmu ekonomi dan pertanian.

  1. Menyesuaikan permintaan konsumen

Barang yang diproduksi harus sesuai dengan permintaan konsumen. Ketika hasil produk tidak sesuai dengan permintaan konsumen pasti petani akan mengalami kerugian yang besar.

Petani yang melakukan pengelolan mulai dari bibit hingga konsumen akhir akan dengan mudah menentukan ini, namun petani yang hanya bagian menanam produk harus menjalin hubungan dengan pihak terkait agar mengetahui produk yang paling tepat dalam melakukan sebuah produksi.

  1. Biaya distribusi

Barang yang telah diproduksi akan dikirimkan ke berbagai daerah sesuai dengan jangkauan dari produsen. Mata rantai distribusi di Indonesia sangat panjang, sehingga daerah yang jauh dari penghasil produk akan mendapatkan harga paling tinggi. Hal ini terjadi pada produk sayuran yang ada di kota.

  1. Tingkat keuntungan yang diinginkan

Selama ini petani tidak dapat menetapkan ini namun para pemborong atau pengepul hasil pertanian yang dapat menetapkan ini. Untuk meningkatkan keuntungan petani hanya mampu meningkatkan kualitas produk dan memilih pengepul yang paling tepat. Tak jarang banyak petani yang mengalami kerugian diseababkan gagal panen.

  1. Pemenuhan kebutuhan dibidang pertanian

Ketersediaan barang-barang pendukung dalam bidang pertanian sangat penting. Banyak komponen pendukung yang dibutuhkan. Salah satu contoh barang yang dibutuhkan dalam proses produksi anatara lain pupuk, pestisida, mesin pompa air, alat penyemprot pestisida, dan lain-lain.

  1. Memilih faktor produksi yang tepat

Pemilihan faktor produksi ini berkaitan dengan bibit, kondisi lahan, kemampuan petani, dan lain-lain. Saat ini dibentuk kelompok tani yang diharapkan terdapat kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan petani dalam meningkatkan produktivitas suatu lahan pertanian.

  1. Bahan tambahan dalam bidang ekonomi

Bahan tambahan ini berkaitan dengan reguliasi yang harus dipenuhi agar mampu melakukan penjualan dengan lancar. Contohnya saja izin usaha, sertifikasi halal, dan lain-lain yang dapat menambah nilai jual dan kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan produk yang ada.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan ruang lingkup yang ada di dalam kajian ekonomi pertanian beserta dengan contohnya di kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan dan edukasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *