Pengertian Kebutuhan Dasar Manusia, Ciri, Jenis, Faktor, dan Contohnya

Posted on

Kebutuhan Dasar Manusia Adalah

Bagi sebagian besar psikolog, kebutuhan adalah fitur psikologis yang membangkitkan organisme untuk bertindak menuju tujuan, memberikan tujuan dan arah pada perilaku tertentu. Model akademis tentang kebutuhan yang paling banyak dikenal diusulkan oleh psikolog, Abraham Maslow, pada tahun 1943. Teorinya mengusulkan bahwa orang memiliki hierarki kebutuhan psikologis, yang berkisar dari kebutuhan fisiologis dasar seperti makanan, air dan keselamatan (misalnya tempat berteduh) hingga kebutuhan tingkat tinggi seperti aktualisasi diri.

Orang-orang cenderung menghabiskan sebagian besar sumber daya mereka (waktu, energi, dan keuangan) untuk memuaskan kebutuhan dasar ini sebelum kebutuhan tingkat tinggi dari rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri menjadi bermakna. Maslow pun juga mengemukakan beberapa karakteristik kebutuhan dasar manusia, salah satunya yaitu realistis.

Kebutuhan Dasar Manusia

Banyak kajian telah dilakukan dalam ilmu sosial untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar manusia. Salh satunya yang paling terkenal yaitu karya Abraham Maslow. Maslow menyajikan hierarki kebutuhan dalam bukunya 1954 yang disebut Motivation and Personality. Meskipun hal itu memacu banyak pekerjaan di lapangan, banyak aspek dari pekerjaannya telah mendapat kritikan baru-baru ini, terutama pengaturan kebutuhan hierarkisnya.

Manfred Max-Neef, di sisi lain, menyajikan kebutuhan sebagai sistem, bukan hierarki dan ia menuliskan bahwa kebutuhan manusia harus dipahami sebagai suatu sistem: yaitu, semua kebutuhan manusia saling terkait dan interaktif.

Dengan satu-satunya pengecualian dari kebutuhan subsisten, yaitu, untuk tetap hidup, tidak ada hierarki di dalam sistem. Sebaliknya, simultanitas, saling melengkapi dan pertukaran adalah karakteristik dari proses kepuasan kebutuhan.

Pengertian Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan dasar manusia adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia untuk mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. Kebtuhan dasar manusia merupakan kebutuhan individu yang menstimulasi respon untuk mempertahankan integritas (keutuhan) hidup.

Kebutuhan dasar seperti udara, air, makanan, dan perlindungan dari bahaya lingkungan diperlukan agar organisme dapat hidup. Selain kebutuhan dasar, manusia juga memiliki kebutuhan yang bersifat sosial atau sosial seperti kebutuhan manusia untuk bersosialisasi atau milik unit keluarga atau kelompok.

Kebutuhan bisa objektif dan fisik, seperti kebutuhan akan makanan, atau psikologis dan subyektif, seperti kebutuhan akan harga diri.

Pengertian Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Para Ahli

Kebutuhan dasar manusia menurut para ahli, antara lain:

Abraham Maslow (1970)

Maslow membagi kebutuhan dasar manusia menjadi 5 tingkat, yaitu:

  1. Kebutuhan fisiologis atau pshysiologic needs, ialah kebutuhan yang berkaitan dengan fisik dan tubuh manusia. Hal inilah yang menjadikan kebutuhan ini menjadi paling penting, karena manusia dapat menjadi hilang fungsi saat kebutuhan fisiknya tidak terpenuhi dengan baik.
  2. Kebutuhan terhadap keselamatan dan rasa aman atau safety and security need, ialah kebutuhan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan manusia. Tidak bisa kita pungkiri bahwa manusia hidup di dunia ini membutuhkan rasa aman dan nyaman untuk mendapatkan ketenangan batin.
  3. Kebutuhan terhadap rasa cinta dan rasa memiliki atau love and belonging needs, ialah kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dari orang lain dan ingin diterima oleh semua pihak baik itu teman, keluarga maupun tetangga.
  4. Kebutuhan terhadap penghargaan dan harga diri atau self esteem need, ialah kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan dari orang lain baik dari segi harga diri mereka maupun pencapaian mereka.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri atau need for self actualization, ialah kebutuhan yang berada di tingkat paling tinggi. Bukan hal yang mudah untuk mengaktualisasikan diri, sebab untuk mencapai tingkat tersebut manusia harus memiliki kemampuan untuk kinerja yang bagus dan memiliki kepribadian multi dimensi yang matang agar dapat menyelesaikan sebuah problematika dalam hidupnya

Jean Watson

  1. Watson membagi kebutuhan dasar manusia menjadi 4 cabang:
  2. Kebutuhan biofisikal (kebutuhan untuk hidup), yaitu kebutuhan yang meliputi makan dan cairan, eliminasi (buang air besar dan kecil) dan kebutuhan ventilasi (bernafas).
  3. Psikofisikal (kebutuhan fungsional), yaitu kebutuhan yang meliputi aktivitas dan bersitirahat, kebutuhan seksual.
  4. Kebutuhan intrapersonal
  5. Kebutuhan interpersonal (kebutuhan untuk pengembangan) termasuk kebutuhan aktualisasi diri.

King

King merumuskan kebutuhan dasar manusia menjadi 3, yaitu:

  1. Kebutuhan akan informasi tentang kesehatan
  2. Kebutuhan akan cara pencegahan sebuah penyakit
  3. Kebutuhan akan cara perawatan atau penyembuhan ketika sakit.

Ciri Kebutuhan Dasar Manusia

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa Maslow membagi kebutuhan dasar manusia menjadi 5, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan rasa aman, kebutuhan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan penghargaan dan harga diri, serta kebutuhan aktualisasi diri. Pada dasarnya kebutuhan dasar yang dikemukakan oleh Maslow tersebut mempunyai baberapa karakteristik, diantaranya yaitu:

  1. Realistik (sesuai kenyataan)
  2. Cepat untuk adaptasi
  3. Presepsi yang dimiliki tinggi dan tegas
  4. Dugaan yang dimiliki benar
  5. Prediksi tentang sebuah kejadian memiliki tingkat akurasi yang tinggi
  6. Mengerti tentang musik, seni, politik dan filosofi
  7. Berbicara tentang rendah hati
  8. Memiliki dedikasi tinggi untuk bekerja sama
  9. Memiliki kreatifitas tinggi
  10. Percaya diri dan menghargai dirinya
  11. Memiliki banyak ide baru
  12. Memiliki problem solving.

Jenis Kebutuhan Dasar Manusia dan Contohnya

Tujuh kebutuhan mendasar atau fundamental bagi manusia, meliputi:

Subsistence-Safety-Security (Subsisten-Keselamatan-Keamanan)

Subsistence-Safety-Security (juga disebut survival-safety needs) meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan perlindungan, dan kebutuhan untuk perawatan diri (sarana yang dengannya kita menopang subsistence-safety-security).

Kebutuhan subsisten meliputi hal-hal seperti udara, makanan, air, pernapasan, homeostasis, tempat tinggal, kehangatan, tidur, hiburan, rekreasi (waktu ketika seseorang tidak bekerja atau sibuk; waktu luang), dll.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keselamatan dan keamanan, orang ingin mengendalikan dan menyusun hidup mereka karena itu membuat mereka merasa aman dan terjamin.

Berikut beberapa contoh kebutuhan yang berada di bawah payung kebutuhan subsistensi-keselamatan-keamanan:

  1. Kesehatan fisik dan psikologis, serta kesejahteraan. Waktu pribadi sendiri untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan.
  2. Humor (kebutuhan untuk tertawa)
  3. Tidur
  4. Keamanan finansial, ini adalah ekspresi lain dari kebutuhan kita akan kontrol. Beberapa orang mengekspresikan begitu banyak sehingga mereka perlu mengetahui semua pemasukan dan pengeluaran dan memastikan bahwa selalu ada surplus yang dihemat. Tanpa itu, mereka stres.
  5. Keamanan pribadi.
  6. Jaringan pengaman dari kecelakaan / penyakit dan dampak buruknya.

Understanding and growth (Pemahaman dan pertumbuhan) 

Kebutuhan pemahaman di sini mengacu pada kebutuhan untuk memahami dan dipahami. Ini adalah kebutuhan psikologis yang melibatkan kita menggunakan pikiran kita untuk memahami orang lain dan dunia di sekitar kita dan juga memindahkan pikiran dari pikiran kita ke pikiran orang lain sehingga mereka memahami apa yang kita pikirkan.

Ini mengacu pada kebutuhan untuk memahami diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita, untuk menemukan panduan untuk menavigasi kehidupan, dan kebijaksanaan untuk membuat keputusan bijak yang melindungi dan meningkatkan kehidupan.

Ini juga mengacu pada kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang lain dan didengarkan secara empatik dan dipahami. Berikut ini beberapa contoh kebutuhan yang termasuk dalam kebutuhan ini:

  1. Pemahaman terhadap fakta atau pengetahuan.
  2. Kebijaksanaan, yaitu pengetahuan yang dipahami dan diterapkan.
  3. Adanya institusi pembelajaran yang selalu diciptakan selama manusia ada di bumi untuk memenuhi kebutuhan mendasar akan pemahaman.

Pertumbuhan dalam hal ini mengacu pada aktualisasi diri. Pertumbuhan atau pengembangan diri adalah pengembangan kemampuan atau potensi seseorang. Ini adalah keadaan atau proses meningkatkan atau mengembangkan diri sendiri. Kita semua memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik yang kita bisa.

Aktualisasi diri adalah dorongan bawaan manusia untuk tumbuh dan menjadi segala sesuatu yang mereka inginkan; untuk mencapai potensi penuh mereka, untuk menjadi apa yang mereka bisa. Ini adalah motif bawaan untuk mewujudkan potensi seseorang, baik secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Connection (love) and leisure (Koneksi (cinta) dan waktu luang) 

Koneksi mengacu pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai tanpa syarat. Ini adalah cinta tanpa syarat yang ditunjukkan melalui hubungan yang langgeng dan koneksi dengan orang lain di komunitas kita. Berikut adalah beberapa contoh kebutuhan yang termasuk dalam kebutuhan ini:

  1. Rasa miliki: Kita semua merasa perlu terhubung dengan sekelompok orang yang berpikiran sama.
  2. Koneksi / Hubungan: Kebutuhan akan teman dan kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta. Kita semua memiliki kebutuhan ini tetapi mereka dipenuhi secara berbeda. Beberapa orang lebih suka hubungan satu lawan satu. Misalnya mereka merasa stres dalam kelompok tetapi nyaman satu lawan satu.
  3. Rasa empati: Beberapa orang memiliki kebutuhan yang jauh lebih tinggi untuk orang-orang penting bagi mereka untuk mengetahui apa yang mereka rasakan daripada yang lain. Mereka lebih suka orang mengetahui kedalaman perasaan mereka dan merespons dengan tepat.

Sedangkan untuk leisure yang kaitannya dengan waktu luang meliputi kebutuhan untuk istirahat, rekreasi, permainan, pesta, dan ketenangan pikiran.

Contribution and Creation (Kontribusi dan Penciptaan) 

Kita semua merasa perlu untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan untuk menambah nilai bagi orang-orang di sekitar kita. Kami mencapai ini melalui kontribusi. Untuk berkontribusi, kita perlu berkreasi atau menciptakan/membuat sesuatu.

Pada intinya, kita adalah makhluk kreatif. Bersama dengan kebutuhan akan kreasi ini adalah kebutuhan untuk berkontribusi pada kebutuhan orang lain di sekitar kita. Penciptaan itu perlu, tetapi kita tidak dirancang untuk puas hanya dengan menciptakan tetapi juga memiliki kebutuhan untuk berkontribusi dalam membuat komunitas manusia menjadi lebih baik.

Berikut adalah beberapa contoh kebutuhan yang termasuk dalam kategori ini:

  1. Perlu memberi dan melakukan untuk orang lain (kontribusi).
  2. Perlu ada proyek yang sedang berjalan (kebutuhan kreatif).
  3. Kebutuhan akan beragam pengalaman (untuk menginspirasi kreativitas, juga menghilangkan kebosanan).

Esteem and Identity (Penghargaan dan Identitas) 

Penghargaan atau harga diri berkaitan dengan rasa hormat yang didapat sebagai hasil dari kontribusi kita kepada masyarakat dan rasa hormat yang diperoleh karena identitas kita. Tidak seperti signifikansi (dijelaskan di bawah) yang merupakan bawaan, penghargaan didasarkan pada pencapaian atau posisi kita dalam masyarakat.

Kebutuhan akan penghargaan dapat dipecah menjadi dua bagian berdasarkan asalnya: internal (yang oleh diri sendiri) dan eksternal (yang oleh orang lain). Kebutuhan internal mengacu pada harga diri (harga diri) dan kebutuhan eksternal merujuk pada harga diri atau rasa hormat yang diberikan orang lain kepada kita.

Baik penghargaan internal maupun eksternal berasal dari hal-hal seperti prestasi, status sosial, dan pengakuan oleh orang lain. Kebutuhan ini dipenuhi misalnya melalui prestasi, harga diri, penghargaan orang lain, pengakuan, status, dominasi, prestise.

Identitas adalah himpunan karakteristik dimana seseorang atau sesuatu dapat dikenali atau diketahui secara pasti; karakter atau kepribadian yang membedakan seorang individu atau individualitas.

Atau dengan kata lain identitas adalah kesadaran bahwa seorang individu atau kelompok telah menjadi entitas yang berbeda dan bertahan lama; hubungan yang dibentuk oleh identifikasi psikologis.

Orang menemukan identitas mereka misalnya melalui bahasa, agama, pekerjaan, adat istiadat, nilai-nilai, dan norma. Identitas juga memberikan rasa memiliki, harga diri, dan konsistensi. Ada dua jenis kebutuhan identitas: identitas diri dan identitas sosial.

Self-governance (Autonomy) and Freedom (Pemerintahan sendiri (Otonomi) dan Kebebasan) 

Otonomi adalah dorongan / keinginan untuk mengarahkan hidup kita sendiri. Karya Daniel Pink, disajikan dalam bukunya Drive: The Surprising Truth berisi tentang apa yang memotivasi kita, menyoroti pentingnya penguasaan, otonomi, dan tujuan dalam memotivasi kita. Itu menjadi hal yang penting karena termasuk kebutuhan mendasar manusia.

Significance and purpose (Signifikansi dan tujuan) 

Sebagai kebutuhan manusia yang mendasar, signifikansi adalah kebutuhan untuk merasakan bahwa hidup kita memiliki makna dan bahwa kita penting (yaitu kita memiliki nilai). Signifikansi dan tujuan menjawab pertanyaan: “Apakah hidup saya penting?” Dan “Untuk apa saya di sini?”.

Orang-orang perlu tahu bahwa mereka penting untuk sekadar menjadi manusia, bukan karena apa pun yang telah mereka lakukan atau harta apa pun yang mereka miliki. Signifikansi diilhami oleh prinsip martabat manusia. Contoh kebutuhan yang dicakup dalam signifikansi dan tujuan termasuk:

  1. Arti & tujuan
  2. Spiritualitas
  3. Identitas

Bagaimana orang menyadari atau mengembangkan rasa signifikansi?

  1. Ketika orang menemukan makna dan tujuan hidup mereka, itu membantu mereka menyadari arti pentingnya.
  2. Ketika orang mengembangkan identitas diri dan identitas sosial yang sehat, itu membantu mereka menyadari signifikansi mereka.
  3. Kisah yang kita ceritakan tentang diri sendiri membantu orang menemukan makna. Ini ada hubungannya dengan identitas diri kita.
  4. Komunitas dan milik. Ini ada hubungannya dengan identitas sosial.
  5. Spiritualitas membantu orang menemukan arti penting mereka.

Tujuan adalah objek yang menjadi tujuan seseorang atau sesuatu yang ada. Misalnya tujuan mengapa kita hidup. Tujuan adalah kebutuhan manusia yang unik.

Faktor Kebutuhan Dasar Manusia

Pada dasarnya kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu:

  1. Penyakit
  2. Hubungan keluarga
  3. Konsep diri yang dimilikinya
  4. Tahap perkembangan yang di alami

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan materi pengertian kebutuhan dasar manusia menurut para ahli, ciri, jenis, faktor, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga memberikan referensi pada pembaca sekalian, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *