Contoh Pengangguran Terselubung dan Penjelasannya

Diposting pada

Kasus Pengangguran Terselubung

Setiap orang sudah pasti menginginkan langsung bekerja setelah menyelesaikan masa studinya. Namun, terkadang harapan tersebut idak seindah yang diinginkan. Masih banyak orang yang tidak mudah dalam menemukan pekerjaan baik yang sesuai dengan keahliannya ataupun pekerjaan apapun asalkan memperoleh gaji. Ada banyak sekali jenis kasus pengangguran di dunia ini.

Salah satunya ialah contoh pengangguran terselubung yang memang feneomanya dalam kegiatan ekonomi yang dilakukannya tidak sesuai alat pemuas kebutuhan yang dimilikinya.

Pengangguran Terselubung

Pengangguran terselubung atau juga sering disebut dengan disguised unemployment adalah tenaga kerja yang bekerja namun tidak secara optimal dikarenakan suatu alasan tertentu. Salah satunya adalah karena keterampilan yang dimilikinya tidak memadai sehingga tidak dapat diserap oleh lowongan pekerjaan yang ada. Selain itu, juga karena seseorang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahlian yang dikuasainya.

Hal ini bisaja diakibatkan tidak adanya lowongan kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya sehingga seseorang memilih bekerja apa saja asalkan memperoleh gaji. Dengan demikian, seseorang akan bekerja secara tidak optimal karena tidak sefrekuensi dengan keahlian yang dimilikinya. Jenis pengangguran ini seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang pasti memilih bekerja apa saja asalkan tidak menganggur meskipun pekerjaan tersebut tidak dikuasainya secara optimal.

Contoh Pengangguran Terselubung

Berikut ini adalah beragam contoh kasus pengangguran terselubung yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Pekerjaan Bidang Pertanian

Sepetak sawah dikerjakan oleh tujuh orang karena anak petani yang baru lulus sekolah ikut membantu menggarap lahan tersebut. Padahal, dengan pekerja berjumlah lima orang saja sudah bisa menyelesaikan pekerjaan di sawah mulai dari menanam hingga memanen hasil lahan.

Dengan demikian dua orang tersebut merupakan tenaga kerja yang berlebih di sawah sehingga mereka tidak bekerja secara optimal bagi pemilik sawah yang menggaji mereka karena merupakan pemborosan tenaga kerja. Inilah yang kemudian disebut dengan pengangguran terselubung.

  1. Lulusan Kuliah

Di sebuah pabrik bagian posisi kerja mesin terdapat pekerja yang dari jurusan keolahragaan. Hal ini terjadi karena saat itu diperlukan pekerja tambahan sehingga syarat yang dijadikan kualifikasi kerja diperlonggar. Namun, pekerja dari keolahragaan tersebut tidak dapat melakukan tugasnya dengan optimal di pabrik tersebut karena skill atau kemampuannya yang utama bukan di bidang mesin.

Dengan demikian, pekerja tersebut disebut dengan pengangguran terselubung karena tertutupi oleh fakta bahwa ia sudah bekerja meskipun tidak sesuai dengan latarbelakan keahliannya.

  1. Perdagangan

Restoran tentu memerlukan pelayan untuk dapat melayani para pelanggan yang datang. Dengan demikian, restoran juga merupakan lapangan pekerjaan. Namun, jumlah pekerjanya pun harus diatur agar sesuai dengan kebutuhan pelayanan di restoran.

Apabila restoran menerima pelayan dari jumlah yang seharusnya, maka muncul pengangguran terselubung sebagai akibat adanya kelebihan tenaga kerja. Misalnya, restoran sebenarnya hanya memerlukan lima orang pelayan. Namun, terdapat delapan orang pelayan sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja sebanyak tiga orang.

  1. Lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat

Seseorang bekerja di sebuah apotek yang saat itu memerlukan tenaga tambahan sebagai kasir dengan mensyaratkan minimal pendidikan SMA/SMK/MA/Sederajat.

Padahal, ketika sekolah ia sendiri  berada pada bidang studi bahasa. Dengan demikian seseorang tersebut dikatakan sebagai pengangguran terselubung karena ia bekerja dengan tugas pokok yang berbeda dari yang ia pelajari selama sekolah.

  1. Bekerja Tapi Tidak Sesuai

Seorang mahasiswi lulusan D3 jurusan keperawatan melamar pekerjaan dan diterima sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan ternama juga merupakan contoh dari pengangguran terbuka. Hal ini dikarenakan ia bekerja tidak sesuai dengan bidang keahliannya semasa sekolah.

Dampaknya bisa saja ia tidak mampu menjalankan tugas pokoknya sebagai sekretaris dengan optimal karena keterampilan yang dimilikinya tidak sesuai dengan pekerjaannya itu. Sekretaris tersebut tetap dikatakan sebagai pengangguran terselubung meskipun ia memiliki pekerjaan tertentu.

Nah, itulah saja artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh kasus pengangguran terselubung yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan edukasi serta referensi bagi semua kalangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *