Pengertian Ekonomi Moneter, Teori, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Ekonomi Moneter Adalah

Kegaiatan ekonomi tidak lepas dari suatu transaksi yang berkiatan dengan uang. Uang merupakan alat tukar yang sangat penting bagi suatu kegiatan ekonomi yang dapat digunakan oleh pelaku ekonomi. Pelaku ekonomi dapat memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Kebijakan dalam menggunakan uang diatur dalam ekonomi moneter.

Ekonomui moneter dalam perkembangannya mengatur jumlah uang beredar, penggunaan uang, dan lain-lain tergantung masing-masing peran. Ekonomi moneter akan mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan uang baik tingkat bunga, pasar uang, kebijakan moneter dan lain-lain. Cakupan ekonomi moneter ini ialah termasuk dalam ilmu ekonomi makro.

Ekonomi Moneter

Ekonomi moneter biasanya juga mempelajari tentag jumlah uang beredar yang dapat dihitung secara matematis dengan teori tertentu. Jenis teori yang dapat digunakan untuk mempelajari ekonomi moneter ini akan dijelaskan lebih lanjut dibahwah ini.

Penerapan ekonomi moneter juga berdasarkan teori yang ada. Suatu negara dapart memilih teori yang relevan dengan keadaan saat ini. Penerapan teori juga dapat menyesuaikan dengan keadaan suatu negara. Fungsi utama ekonomi moneter ialah mengatur uang dalam suatu negara. Fungsi tersebut kemudian disesuaikan dengan kebijakan yang akan diambil dan tujuan penerapan ekonomi moneter.

Teori apapun yang digunakan tergantung pada sudut pandang suatu negara. Negara akan menentukan aliran uang dan jumlah uang yang beredar melalui lembaga keuangan. Pemerintah memantau hal tersebut mealalui bank sentral dalam negara tersebut.

Ketika kita ambil contoh di Indonesia bank sentral kita ialah Bank Indonesia. Bank Indonesia melalui keputusan gubernur Bank Indonesia akan menentukan segala kebijakan tentang uang kemudian akan dialksanakan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. Penerapan kebijakkan biasanya bersifat menyeluruh.

Contoh kebijakan yang ada dalam ekonomi moneter ialah dengan adanya politik diskonto, cadangan kas, dan lain-lain. Pembahasan lebih lanjut kita akan membahas tentang pengertian ekonomi moneter, teori, fungsi, dan contohnya.

Pengertian Ekonomi Moneter

Ekonomi moneter adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat, fungsi, serta pengaruh uang dalam kegiatan ekonomi. segala hal yang berkaitan dengan uang akan kita pelajarai dalam ekonomi moneter.

Ekomomi moneter merupakan salah satu instrumen kebijakan yang ada dalam ekonomi makro. Kebijakan yang mengatur tentang keuangan suatu negara. Baik uang yang bersifat riil dan non-riil. Segala jenis transaksi keuangan ketika terdapat masalah maka diselesaikan dengan kebijkan yang ada dalam ekonomi moneter.

Ekonomi moneter merupakan suatu keadaan ekonomu yang dikontrol secara langsung oleh pemeintah pusat. Segala jenis kebijakan yang diambil bersifat terpusat. Kebijakan ini diatur pemerintah melalui bank sentral. Tujuan adanya ekonomi moneter ialah terciptanya stabilitas ekonomi, keseimbnagan internal dan eksternal, serta untuk mencapai tujuan  ekonomi makro masing-masing negara. Berdasarkan tujuan tersebut ketika pemegang kekuasaan memutuskan suatu hal sangat berpengaruh pada keadaan suatu negara.

Pengertian Ekonomi Moneter Menurut Para Ahli

Adapun menurut pendapat para ahli terkait dengan ekonomi moneter adalah sebagai berikut;

Keynes

Ekonomi moneter merupakan ilmu yang mempelajari motif seseorang dalam memegang atau membawa uang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, spekulasi, dan berjaga-jaga.

Nopirin

Ekonomi moneter sama halnya dengan bagaimana seseorang mengatur dalam menggunakan uang. Definisi uang dapat digolongkan menjadi tiga. Golongan pertama adalam uang adalah uang kertas, logam. Dan simpanan dalam bentuk rekening koran. Golongan kedua uang adalah uang golongan pertama dan deposito berjangka pada bank-bank umum. Uang golongan ketiga adalah uang golongan kedua dan diposito berjangka pada lembaga non bank.

Teori Ekonomi Moneter

Teori yang mendasari dalam ekonomi moneter. Antara lain;

Teori Klasik

Teori ekonomi yang didukung oleh beberapa tokoh antara lain, J. B Say, Irving Fisher, dan Marshall. Teori klasik mempercayai bahwa keadaan pasar akan membaik sendiri sesuai dengan waktu yang ada.

Teori ekonomi klasik tentang tingkat bunga, Teori ini menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat bunga akan memiliki daya tarik tersendiri oleh masyarakat. Daya tarik tersebut membuat masyarakat tertarik untuk menabung di bank. Masyarakat akan mengurangi jumlah konsumsinya untuk menambah jumlah tabungan.

Teori Irving Fisher, Teori ini menggambarkan keadaan ekonomi moneter dalam suatu persamaan. Persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut,

MV=PT

Keterangan:

  • M : Jumlah Uang Beredar
  • V : Kecepatan Uang Beredar
  • P : Harga Barang
  • T : Jumlah Barang

Berdasarkan persamaan tersebut dapat kita simpulkan bahwa total pengeluaran sama dengan total barang. Total pengeluaran dilambangkan dengan MV dan total barang yang dibeli dilambangkan degan PT. Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa total pengeluaran sama dengan total barang yang dibeli.

Teori Cambridge/ Marshall Equation, Teori ini menggambarkan perputaran uang dalam periode tertentu. Perputaran ini juga digambarkan dalam sebuah persamaan. berikut merupakan gambaran persamaa oleh teori Marshall,

M = k Py

Keterangan:

  • M : Jumlah Uang Beredar
  • k : 1/V atau 1/Kecepatan Uang Beredar
  • P : Harga Barang
  • Y : besar pendapatan

Teori ini menjelaskan bahwa jumlah uang yang beredar akan mengalami perubahan jika terjadi perubahan kebiasaan pada masyarakat. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi banyak hal. Teori ini lebih menghitung pada kuantitas uang yang ada bukan sekedar persamaan.

Kedua teori dalam teori klasik ini hanya memandang dari segi moneter tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain. Sudut pandangnya hanya pada jumlah uang beredar yang ada pada masyarakat.

Teori Keynes

Teori ini sedikit berbeda dengan teori klasik. Teori ini tidak mempercayai bahwa perekonomian dapat kembali seperti biasa tanpa campur tangan dari siapapun. Perubahan dalam perekonomian tentu membutuhkan beberapa pihak yang berkaitan dengan pendapatan nasional, konsumsi, peranan pemerintah, pasar uang dan tingkat bunga, kebijakan moneter, analisis kebijaksanaan, dan lin-lain yang berkaitan dengan kebijakan pemeritah.

Keseimbangan pendapatan nasional terjadi sebelum terjadinya full employment. Menurut Keynes keseimbangan pendapatan nasional juga dipengaruhi oleh investasi yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki pendapatan yang cukup banyak. Tingkat konsumsi seseorang tergantung pada tingkat pendapatan. Hal tersebut sesuai dengan persamaan awal ekonomi tertutup yaitu

C = a + bY

Berdasarkan persamaan tersebut kemudian digambarkan dalam grafik. Apabila pendapatan diatas titik potong maka seseorang memiliki kecenderungan untuk menabung, namun ketika pendapatan dibawah titik potong maka seseorang cenderung melakukan investasi.

Perubahan pendapatan nasional disebabkan oleh beberapa hal salah satunya ialah turunya tingkat konsumsi masyarakat. Hal tersebut akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian yang sedang berlangsung khususnya pendapatan nasional. Keynes memiliki pandangan bahwa suatu pengeluran masyarakat memiliki dua sifat yaitu autonomus dan induced.

Autonomus ialah pengeluaran seseorang yang berdasarkan tingkat bunga yang ada saat ini. Sudut pandang dari sifat ini bahwa setiap pengeluaran memiliki dampak yang memiliki multiplier untuk segala hal yang memiliki kaitan dengan ekonomi moneter. Sementara induced adalah pengeluaran yang berdasarkan besarnya pendapatan.

Pemerintah memiliki peran dalam mengendalikan keadaan ekonomi. Peran pemerintah digambarkan dalam bentuk persamaan tiga sektor. Dimana segala perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh tingkat konsumsi, investasi atau tabungan, dan kebijakan pemerintah. Tingkat kebijakan yang diambil sangat berpengaruh bagi suatu perekonomian.

Peran pemerintah ini kemudian memunculkan beberapa hal antara lain penetapan tingkat bunga, kebijakan pemerintah, dan lain-lain yang membentuk suatu regulasi. Regulasi ini kemudian membentuk suatu kebijakan yang tergambarkan dalam kurva IS-LM. Kurva IS-LM merupakan kurva yang menggambarkan permintaan dan penawaran uang.

Fungsi Ekonomi Moneter

Fungsi ekonomi moneter dapat diartikan sebagai fungsi uang dalam penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut merupakan fungsi uang yang dapat kita ketahui,

  1. Sebagai satuan ukur, uang dapat dijadikan sebagai satuan alat ukur ketika membeli suatu barang. Kita membeli barang biasanya langsung melihat nominal yang tertera dalam barang tersebut.
  2. Sebagai alat tukar menukar, ketika kita ingin membeli barang dalam jumlah tertentu dapat kita tukar dengan uang yang kita miliki.
  3. Sebagai alat penimbun kekayaan, seseorang dapat menabung dalam bentuk uang. Tabungan tersebut dapat dikatakan sebagai penimbun kekayaan.

Contoh Ekonomi Moneter

Ekonomi moneter dalam penerapannya dapat kita lihat dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan dalam ekonomi moneter. Berikut merupakan beberapa contoh kebijakan yang diambil dalam ekonomi moneter,

Kebijakan operasi pasar terbuka,

Dalam hal ini ketika pemerintah menjual atau membeli surat-surat berharga dari masyarakat dalam waktu tertentu dengan melihat jumlah uang yang beredar. Contohnya misalnya saja tindakan pemerintah membeli saham milik PT Djarum.

Kebijakan politik diskonto,

Menetapkan tingkat suku bunga pada tingkat tertentu tergantung keadaan jumlah uang yang beredar terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Ketika jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka pemerintah dapat menaikkan tingkat suku bunga agar masyarakat tertarik untuk menabung atau investasi. Ketika terjadi sebaliknya maka pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga agar jumlah masyarakat yang melakukan investasi rendah.

Kebijakan cadangan kas

pemerintah melalui bank sentral dapat menetapkan jumlah caangan minimum pada bank. Pemerintah dapat memberikan suatu kebijakan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar tergantung pada keadaan suatu negara.

Kebijakan kredit ketat

kredit ketat atau longgar juga melihat jumlah uang yang beredar. Ketika jumlah uang yang beredar banyak maka akan ditetapkan kredit ketat. Ketika keadaan sebaliknya maka akan dilaksankan kredit longgar.

Maka, itulah tadi bahasan dan ulasan lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan materi dalam pengertian ekonomi moneter menurut para ahli, teori, rumus, fungsi, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga mengedukasi. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Nopirin. 1993. Ekonomi Moneter Buku 1. Yogyakarta: BPFE.
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *