Pengertian Perpetual dan Periodic, Perbedaan, serta Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Pengertian Perpetual dan Periodic

Ketika kita ingin mencatat transaksi perusahaan dalam pembukuan maka kita harus mengetahui ilmunya terlebih dahulu. Cara mencatat transaksi memiliki beberapa metode yang perlu kita pahami. Misal buku besar ada yang berbentuk kolom dan T.

Untuk penghitungan persediaan barang dagang juga memiliki beberapa cara yaitu secara prepetual dan periodic. Dua cara ini yang paling sering digunakan oleh para pemilik perusahaan. Artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian perpetual dan periodic, perbedaan, serta contohnya.

Perpetaual dan Periodic

Metode penghitungan persediaan barang dagang akan berdampak pada tersedianya data akan persediaan dalam kurun waktu tertentu. Ketika menggunakan metode perpetual maka kita dapat setiap saat mengetahui jumlah persediaan yang kita miliki dan dapat melakukan tindakan jika terjadi sesuatu yang tidak wajar.

Metode periodic memiliki cara yang berbeda dengan metode perpetual. Ketika menggunakan metode ini persediaan hanya dapat dilihat ketika akhir bulan. Untuk mengetahui jumlah persediaan juga harus dihitung secara manual setiap variasi barang tertentu. Penghitungan manual ini juga dilaksanakan lebih dari satu kali untuk meyakinkan kebenaran data tersebut.

Dua metode ini sangat lazim digunakan dalam ilmu akuntansi. Penerapan jenis metode ini tergantung pada barang dagang yang dijual. Perusahaan yang menjual makanan ringan akan memilih pencatatan dengan metode periodic karena jumlah variasi barang yang sangat beragam dan memiliki arus barang yang cepat.

Metode perpetual mungkin diterapkan pada perusahaan manufaktur atau toko elektronik yang memiliki variasi terbatas dan arus barang tidak terlalu cepat. Penggunaan metode ini tentu akan dapat kita lihat pada cara pencatatan persediaan yang ada. Metode ini berlaku untuk perusahaan jasa dan manufaktur.

Tujuan dikelolanya persediaan ini antara lain, meminimalisir resiko keterlambatan atas barang dagang, memenuhi permintaa, menjaga ketersediaan persediaan, dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Tujuan ini dapat dicapai dengan menerapkan salah satu metode yang telah dipaparkan diatas.

Pengertian Perpetual dan Periodic

Metode prepetual adalah medote yang digunakan untuk mencatat persediaan yang dimiliki oleh perusahaan dengan mencatat secara terus menerus setiap ada transaksi masuk dan keluar akan barang persediaan. Metode pencatatan prepetual ini disebut juga metode buku. Metode buku ialah metode pencatatan persediaan dengan mencatat setiap barang masuk dan keluar.

Metode prepetual ini memudahkan pemilik perusahaan apabila kita ingin mengetahui persedian kapan pun ketika dibutuhkan. Jumlah persediaan juga terus berubah setiap hari. Ketika terjadi perubahan maka pemiliki perusahaan langsung mengetahui. Ketika akhir bulan perusahaan tidak perlu melakukan penghitungan fisik.

Metode yang juga dapat digunakan ialah dengan pencatatan menggunakan metode periodic. Metode pencatatan periodic ialah metode pencatatan yang sederhana dan tidak perlu melakukan pada setiap transaksi yang langsung mengurangi persediaan. Metode ini mencatat semua transaksi sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Perusahaan tidak mengubah semua transaksi dengan persediaan.

Perusahaan yang menerapkan metode ini akan sulit mengetahui jumlah persediaan saat ini ketika dibutuhkan sewaktu-waktu. Perusahaan hanya dapat melihat jumlah persediaan disetiap akhir bulan dengan mengetahui jumlahnya dengan akun yang sering kita sebut dengan persediaan barang akhir. Ketika ingin mengetahui jumlah fisiknya maka harus melakukan penghitungan secara manual yang biasa disebut stock opname.

Metode pencatatan periodik ini biasa digunakan oleh perusahaan yang menjual barang dengan harga yang murah namun sering melakukan transaksi atas barang tersebut. Sering terjadi transaksi jual beli pada produk tersebut.

Pengertian Perpetual dan Periodic Menurut Para Ahli

Persediaan pada umumnya merupakan stok yang dimiliki oleh toko. Berikut merupakan definisi sistem pencatatan persediaan perpetual dan periodik menurut para ahli yang dapat kita pahami,

  1. Sofyan Assauri

Persediaan merupakan jumlah bahan-bahan yang tersedia dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang jadi yang disediakan untuk dijual untuk memenuhi permintaan yang ada. Perusahaan yang memiliki persediaan bahan mentah dan barang jadi merupakan perusahaan manufaktur.

  1. Weygandt, Keiso, dan Kimmel

Sistem persediaan periodik adalah sistem penghitungan secara aktual atas barang-barang yang ditangan pada akhir periode akuntansi ketika menyiapkan laporan keuangan. Barang yang ada di toko dihitung, ditimbang, atau diukur kemudian jumlah unitnya dikaitkan dengan biaya sehingga dapat diketahui nilai persediaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Perbedaan Perpetual dan Periodic

Pembahasan tentang dua metode pencatatan ini tentu memiliki perpedaan antara keduanya. Perbedaan itu akan sangat jelas ketika kita lihat pada pembukuan atas transaksi yang dilakukan. Berikut merupakan perbedaan antara perpetual dan periodic.

Prepetual

  1. Pembelian barang dagang dan bahan baku tidak dicatat dengan pembelian melainkan langsung dicatat dengan akun persediaan barang dagang didebet dan kas/ utang di kredit.
  2. Ketika terjadi retur, biaya transportasi, diskon pembelian, dan pengurangan harga barang dicatat di kredit dan persediaan di debet.
  3. Penentuan Harga pokok penjualan langsung dihitung pada setiap transaksi. Pencatatan dilakukan dengan harga pokok penjualan di debet dan persediaan di kredit.
  4. Semua jenis barang yang dimiliki dianggap sebagai persediaan. Untuk melengkapi pencatatan tersebut dibuat buku besar pembantu untuk setiap persediaan jenis-jenis barang dengan dilengkapi kuantitas dan harganya.
  5. Jumlah persediaan dapat diketahui setiap saat.

Pereodic

  1. Pembelian barang dagang dan bahan baku akan dicatat sebagai pembelian. Pencatatan dilakukan dengan pembelian di debet dan kas/utang di kerdit.
  2. Ketika terjadi retur, biaya transportasi, diskon pembelian, pengurangan harga barang, dan penjualan maka akan dicatat di kredit dan kas di debet.
  3. Penentuan Harga pokok penjualan dilakukan pada akhir penghitungan persediaan. Harga pokok penjualan ditentukan berdasarkan pesediaan barang awal dan persediaan akhir.
  4. Pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan diperhitungkan dalam suatu catatan tertentu.
  5. Metode ini tidak perlu dibuatkan buku besar pembantu.

Contoh Prepetual dan Periodic

Pencatatan persediaan barang dagang akan kita pahami bersama bagaimana penerapannya dalam jurnal umum dan laporan laba rugi. Berikut merupakan contoh pencatatan persediaan dengan sistem perpetual dan periodik,

1# Pencatatan dengan sistem prepetual pada jurnal umum

Perusahaan melakukan pembelian barang dagang secara kredit maka dicatat,

Persediaan

Utang dagang

Perusahaan melakukan penjualan atas barang dagang akan dibayar satu bulan lagi,

Piutang dagang

Pernjualan

Beban pokok penjualan

Persediaan

Ketika akhir periode tidak terdapat jurnal umum karena jumlah persediaan sudah diketahui pada setiap transaksi yang dilakukan.

2#Pencatatan dengan sistem periodik pada jurnal umum

Perusahaan melakukan pembelian barang dagang secara kredit maka dicatat,

Pembelian                                xxx

Utang dagang                         xxx

Perusahaan melakukan penjualan atas barang dagang akan dibayar satu bulan lagi,

Piutang dagang                       xxx

Pernjualan                               xxx

Pencatatan persediaan akhir pada akhir periode,

Persediaan akhir                      xxx

Beban pokok penjualan           xxx

Pembelian                                xxx

Persediaan awal                      xxx

3# Penulisan laporan laba rugi sistem perpetual

Penjualan                                              xxx

Retur pembelian (-)                             (xxx)

Potongan penjualan (-)                        (xxx)

Penjualan bersih                                  xxx

HPP (-)                                                            (xxx)

Laba Kotor                                                     xxx

4#Penulisan laporan laba rugi sistem periodic

Penjualan                                              xxx

Retur pembelian (-)                             (xxx)

Potongan penjualan (-)                        (xxx)

Penjualan bersih                                  xxx

Harga pokok penjualan:

Persedaiaan awal                                 xxx

Pembelian                                            xxx

Biaya angkut (-)                                  (xxx)

Potongan pembelian (-)                       (xxx)

Barang yang tersedia dijual                xxx

Persediaan akhir (-)                             (xxx)

HPP                                                                 (xxx)

Laba Kotor                                                    xxx

Penjelasan tentang sistem penncatatan persediaan secara perpetual dan periodik mungkin hanya sedikit membantu kita semua mempelajari tentang sistem ini. Perbedaan yang mencolok pada sistem ini tentu persediaan yang cepat diketahui dan yang satunya harus menunggu pada akhir priode secara akuntansi.

Orang atau perusahaan yang menerapkan sistem persediaan akan mempertimbangkan sedemikian rupa terkait tenaga dan jenis barang yang diperjualbelikan. Metode perpetual yang dianggap up date tidak dapat sembarangan digunakan pada seluruh perusahaan melainkan pada perusahaan tertentu saja yang memungkinkan penerapan metode ini.

Pembahasan kali ini baru tentang penghitungan persediaan. Masih banyak jenis penghitungan pada akun tertentu yang mungkin belum kita ketahui. Tentang penilaian atas produk, sistem display, dan lain-lain. Materi lain akan kami sampaikan pada kesempatan lain. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Daftar Pustaka
  • Assauri, S. 2004. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Lembaga penerbitan fakultas ekonomi UI.
  • Weygandt, J. J., Keiso, D. E., dan Kimmel, P. D. 2007. Accounting Principles, Pengantar Akuntansi, edisi tujuh. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *