Kelebihan dan Kekuarangan Sistem Ekonomi Tradisional

Diposting pada

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

Penerapan ekonomi keuangan pada hakekatnya terus menerus mengalami perkembangan tergantung pada peradaban manusia. Apa yang diatur dalam lingkungan ketika menjalankan sebuah perekonomian juga mengalami proses perubahan. Hal ini terlihat ketika sistem ekonomi yang mulai dari sederhana (tradisional) hingga berbagai instrumen yang dapat menjadi kebijakan nasional, menjadi sistem ekonomi modern.

Akan tetapi yang pasti, salah satu jenis sistem ekonomi yang sederhana adalah sistem ekonomi tradisional. Dimana penerapan yang menjadi kelebihan atas sistem ekonomi yang sederhana ini tidak menimbulkan banyak permasalahan yang bersifat global. Meski demikian dalam penerapannya juga terdapat kekurangan-kekurangan didalamnya.

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah sebuah aturan yang terbentuk dalam motif perekonomian sebuah negara. Dimana sistem ini merupakan sistem pertama yang terjadi dan digunakan oleh masyarakat hingga berkembang sampai saat ini.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Adapun untuk kelebihan yang menjadi penerapan dalam sistem ekonomi tradisional, antara lain;

  1. Tidak ada persaingan bisnis

Masyarakat yang melakukan barter antara satu dengan yang lain membuat kebutuhan seseorang dapat terpenuhi tanpa harus bersaing dengan orang lain. Sehingga pada saat penerapan dalam contoh sistem ekonomi tradisional ini tidak ada persaingan antara satu dengan yang lain, hal yang paling penting ialah kebutuhan terpenuhi.

Jiwa gotong royong dan saling tolong menolong yang kuat membuat seseorang saling peduli dengan orang disekitarnya. Hal ini menyebabkan masyarakat selaly rukun dengan lingkungannya, mengingat hidup di lingkungan yang sama dan saling membutuhkan.

  1. Tidak ada konflik persaingan

Konflik yang terjadi di masyarakat tidak tentang persaingan bisnis. Hal-hal yang berkaitan dengan bidang ekonomi sangat jarang terjadi keributan yang menyebabkan konflik besar. Masyarakat lebih hidup dengan damai dan memanfaatkan yang ada di lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  1. Tidak ada untung rugi

Konsep yang menggunakan sistem barter, maka tidak ada kata untung atau arti rugi. Hal yang paling penting ialah terpenuhinya kebutuhan masing-masing individu. Kegiatan jual beli juga hanya berupa kebutuhan pokok. Untuk pakaian sangat jarang membeli karena harganya yang mahal dan membelinya dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

  1. Tidak terbebani persepsi apapun

Sistem yang sederhana sehingga masyarakat tidak memiliki persepsi apapun tentang perekonomian yang akan datang. Masyarakat tidak merasa khawatir dengan berbagai kejadian yang mungkin akan terjadi kedepannya, karena keyakinan masyarakat tentang pasti ada persediaan makanan dari hasil alam.

  1. Tidak mengenal inflasi

Penerapan atas sistem ekonomi ini cenderung stabil dan bersifat mikro, maka sangatlah pantas jika tidak ada indikasi inflasi atau deflasi. Perekonomian berjalan sesuai dengan permintaan lingkup kecil sesuai dengan keinginan masing-masing individu.

  1. Tidak ada monopoli

Monopoli merupakan salah satu cara untuk menguasai pasar. Sistem ekonomi tradisional tidak mengenal monopoli karena memang barang yang tersedia seuasi dengan kepemilikan masing-masing individu, sehingga tidak ada penjual yang dapat mengendalikan pasar secara menyeluruh.

  1. Tidak ada kesenjangan ekonomi

Tingkat ekonomi ini ditentukan dengan satuan tertentu yang disepakati masyarakat. Misal dilihat dari kepemilikan Emas. Hal ini tidak akan terlalu terlihat, mengingat masyarakat di daerah yang sama memiliki sumber penghasilan yang sama.

Sumber penghasilan ini berdasarkan letak daerah masing-masing. Misal pinggiran laut sebagai nelayan, didataran rendah sebagai petani, dan lain-lain.

  1. Kegiatan bersifat sederhana

Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Mengingat variasi barang masih sangat kurang dan belum diolah secara maksimal. Masyarakat hanya menjual hasil panen, apabila ada barang hasil produksi jumlahnnya sedikit dan terbatas. Hal ini kadang membuat masyarakat hanya fokus pada bahan makanan saja.

  1. Masyarakat tidak merasa terbebani

Sistem yang sederhana membuat masyarakat merasa tidak terbebani.  Tidak ada keinginan untk terlihat paling menonjol perekonomiannya dibandingkan dengan orang lain. Hal ini membuat masyarakat lebih mudah menjalani hidup tanpa beban apapun dalam bidang ekonomi.

  1. Kebutuhan bersifat sederhana

Kebutuhan manusia dalam penerapan sistem ini hanya terbatas pada kebutuhan pokok berupa makanan. Pakaian mungkin hanya sesekali membeli. Ketersediaan jumlah pakaian juga belum sebanyak hari ini sehingga tidak ada tuntutan untuk sering ganti pakaian.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Sedangkan yang menjadi kelemahan dalam penerapan sistem ekonomi tradisional, antara lain;

  1. Perkembangan ekonomi lambat

Perekonomian berkembang lambat karena pola pikir masyarakat yang hanya terbatas pada permintaan pada kebutuhan pokok. Masyarakat juga cenderung sulit menerima perubahan yang mungkin terjadi. Hal ini membuat perekonomian sulit berkembang dengan segala hal yang dimiliki dalam sistem tersebut.

  1. Tidak ada efisiensi

Penggunaan barang dan jasa tidak diatur dengan sedemikian rupa. Hal ini membuat perekonomian kurang mapan. Perekonomian berjalan tanpa ada aturan yang mengikat agar lebih baik. Cara barter yang digunakan dalam sistem ini membutuhkan waktu lama agar dapat melakukan transaksi sesuai dengan barang yang dibutuhkan dan diinginkan.

  1. Tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan ekonomi

Jumlah barang yang tersedia sangat terbatas sehingga sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan secara menyeluruh. Hal ini membuat masyarakat hanya dapat menerima keadaan tanpa melakukan usaha, seiring berjalannya waktu semakin banyak pengaruh dari berbagai daerah sehingga terjadi perubahan yang diharapkan dapat memenuhi segala permintaan.

  1. Susah menemukan titik temu

Orang yang melakukan transaksi berupa barter kadang susah menemukan orang yang sama-sama membutuhkan barang yang dimiliki dengan barang yang dimiliki orang lain.

Misal A memiliki kelapa tapi ingin menukarkan dengan beras, sementara B memiliki beras namun ia ingin membeli tepung. Antara A dan B tidak bisa melakukan transaksi, karena B membutuhkan tepung walaupun ia memiliki beras yang dibutuhkan oleh A.

  1. Kualitas barang tidak sama

Barang yang tidak di produksi dengan standarisasi tertentu membuat barang yang dihasilkan berbeda-beda. Apalagi produksi yang dilakukan hanya mengandalkan tenaga manusia. Hasil karya manusia satu dengan yang lain tentu saja berbeda.

  1. Sulit menerima perubahan

Perubahan akan sebuah sistem yang baru sulit diterima oleh masyarakat, sehingga masyarakat akan mempertahankan apa yang dimiliki saat ini. Budaya baru yang ingin masuk harus mampu meyakinkan masyarakat dahulu agar dapat menerima berbagai jenis pembaruan dalam berbagai bidang.

  1. Standar nilai yang tidak jelas

Harga sebuah barang tidak ada patokan yang jelas. Harga terbentuk sesuai dengan kesepakatan bersama. Tidak ada standar yang digunakan untuk menilai kualitas barang baik atau buruknya.  Semua barang dianggap sama asalkan ada.

  1. Cenderung bersifat statis

Pergerakan ekonomi tidak terlihat bahkan cenderung tetap, hal ini disebabkan oleh keadaan sistem ekonomi yang sederhana. Masyarakat sangat sulit menerima sesuatu yang baru bahkan beberapa ada yang menolak oleh sebuah perubahan yang akan dilakukan oleh seseorang.

  1. Terbatas dengan lokasi

Cakupan wilayah yang terbatas pada daerah tertentu membuat masyarakat kurang mengenal lingkungan luar sana. Hal ini membuat masyarakat gampang menerima segala yang ada di lingkungannya tanpa ada usaha lain untuk kemajuan pengetahuannya dan kesejahteraan masyarakat

  1. Hanya menghandalkan barang yang ada di alam

Masyarakat cenderung hanya melihat barang yang dari alam dan tidak mengusahakan untuk dirubah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Rata-rata masyarakat mengkonsumsi barang tersebut tanpa ada pengolahan lebih lanjut.

Itulah tadi artikel yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan keunggulan sistem ekonomi tradisional dan kelemahan sistem ekonomi tradisional. Semoga bermanfaat.

Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.