Pengertian Produsen, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Produsen Adalah

Pelaku ekonomi memiliki beberapa peran pada masing-masing jenis pelaku ekonomi. Pelaku ekonomi yang terbiasa terlibat dalam kegiatan ekonomi antara lain produsen, konsumen, pemerintah, dan lain-lain. Pelaku ekonomi menjalankan segala hal sesuai dengan perannya.

Beberapa waktu yang lalu kita telah membahas pelaku ekonomi dan konsumen. Telah terdapat beberapa pendapat terkait hal tersebut. Kali ini kita akan membahas tentang produsen. Produsen biasa kita sebut sebagai pemiliki pabrik atau pemilik usaha tertetu.

Produsen

Setiap orang membutuhkan produk tertentu untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang ingin dipenuhi. Kebutuhan setiap individu berbeda-beda tergantung pada masing-masing. Produk yang kita gunakan merupakan output dari produsen. Produk yang kita gunakan tentu membutuhkan proses yang cukup panjang agar menjadi sebuah produk.

Produsen mengambil peran untuk memenuhi semua permintaan akan produk. Seorang produsen harus peka terhadap keadaan sekitar terkait kebutuhan yang ada, sehingga dapat memorediksi semua kebutuhan masyarakat. Kebutuhan banyak maka jumlah produksi banyak, ketika permintaan sedikit jumlah produksinya menyesuaikan.

Jumlah produsen yang juga akan menentukan kapasitas produksi masing-masing produsen. Ketika seoarang produsen tidak memiliki pesaing maka seluruh pangsa pasar dikuasai oleh satu orang, akan tetapi apabila terdapat beberpa produsen maka akan terjadi persaingan antar produsen. Persaingan yang ketat akan menentukan kebertahanan produsen.

Peran produsen memiliki manfaat yang cukup besar untuk masyarakat sekitar. Manfaat yang dapat dirasakan secara langsung ialah hasil produk, timbal balik faktor produksi, dan lain-lain. Hal tersebut diiringi dengan segala dukungan pelaku ekonomi yang lain sehingga mempermudah proses produksi.

Pengertian Produsen

Perusahaan atau produsen ialah pelaku ekonomi yang memiliki peran untuk melakukan kegiatan produksi. Kegiatan produksi ini membutuhkan faktor produksi yang terdiri dari SDM, teknologi, modal, dan lain-lain. Seorang produsen memiliki kewajiban membayar atas faktor produksi tersebut.

Produsen adalah pihak yang menghasilkan segala hal yang dibutuhkan masyarakat. Produsen juga memiliki peran untuk meningkatkan pendapatan negara. Pendapatan individu yang baik menggambarkan pendapatan nasional. Ketika semua kebutuhan akan barang ekonomi dapat terpenuhi dengan baik maka negara tersebut dalam keadaan baik.

Produsen dalam melakukan produksi pasti memiliki orientasi untuk mendapatkan keuntungan. Hal tersebut sangat wajar dalam ilmu ekonomi. Semua pelaku ekonomi pasti menginginkan keuntungan ketika terlibat dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terus berputar sesuai dengan alur yang ada. Alur yang baik akan menjaga stabilitas ekonomi.

Pengertian Produsen Menurut Para Ahli

Adapun definisi produsen menurut para ahli, antara lain;

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), produsen dapat disebut sebagai penghasil barang. Barang yang dihasilkan dapat kita sebut dengan produk. Produk tersebut dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kubutuhan sehari-hari. Kapasitas produksi yang tepat akan membuat semua kebutuhan akan produk terpenuhi dengan baik.

Definisi menurut KBBI ini merupakan definisi secara umum tentang produsen.

Ciri produsen

Ketika kita dapat dengan mudah mengenali seorang konsumen karena setiap orang merupakan seorang konsumen. Kita juga dapat dengan mudah memahami seseorang yang berperan sebagai produsen. Pemahaman yang lebih spesifik kita akan belajar tentang ciri produsen. Berikut merpakan beberapa ciri-ciri produsen yang dapat kita pelajari,

  1. Memperoleh dan menjual barang atau jasa, seorang akan berperan menjadi seorang penjual ketika telah menghasilkan suatu produk. Produk dapat berupa barang dan jasa yang memiliki manfaat pada masyarakat sekitar.
  2. Menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi, kegiatan produksi membutuhkan faktor produksi yang cukup komplit tergantung pada jenis produk yang dihasilkan. Faktor produksi utama yang harus ada adalah sumber daya manusia.
  3. Menentukan pembelian stok bahan baku atau modal, ketika ingin melakukan sebuah produksi perusahaan akan melakukan pendataan barang yang dibutuhkan untuk bahan baku produk. Jumlah bahan baku yang dibutuhkan tergantung pada kapasitas produksi perusahaan tersebut. Semakin jumlah produk yang dihasilkan maka semakin banyak bahan baku yang dibutuhkan. Kebutuhan bahan baku dan hasil produksi berbanding lurus.
  4. Mengajukan kredit dari lembaga keuangan, kredit diajukan dalam rangka pengembangan usaha yaitu untuk menambah modal usaha. Modal usaha yang ditambahkan akan dimanfaatkan untuk melakukan produksi dalam skala yang lebih besar. Pinjaman tersebut juga untuk mengembangkan usaha yang dimiliki.
  5. Membayar pajak atas penjualan output yang dimiliki, membayar pajak merupakan suatu kewajiban bagi seorang produsen. Kewajiban ini harus ditanggung atas usaha dan pendapatan negara. Besarnya pajak tergantung pada ketetapan yang ditetapkan oleh pemerintah. Setiap jenis usaha memiliki kewajiban untuk membayar pajak.

Jenis produsen

Ketiak melakukan kegiatan produksi kita memiliki kebebasan untuk memilih sebagai produsen yang melakukan segala pekerjaan sendiri atau sudah mulai membutuhhkan bantuan orang lain. Pilihan tersebut dapat kita tentukan melalui beberapa jenis produsen. Berikut merupakan jenis produsen yang perlu kita ketahui,

  1. Orang perorangan

Sebuah usaha yang dilakukan secara individu atau perusahaan perseorangan. Jenis produsen ini dilakukan oleh orang tertentu dan bukan merupakan badan usaha. Kepemilikan usaha bersifat individu. Ketika melakukan produksi hanya dibantu oleh beberapa orang yang biasanya merupakan anggota keluarga. Pedagang keliling dengan menggunakan gerobak juga merupakan produsen orang perorangan.

Produsen yang bersifat perorangan ini biasanya melakukan usaha dalam skala kecil. Produk yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak. Produsen perorangan ini biasa disebut industri rumahan. Rata-rata produsen ini tidak memiliki izin karena pendapatan usahanya belum mencapai pada titik minimum.

  1. Badan Usaha

Sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang atau sekolompok orang yang berbentuk badan usaha tertentu. Produsen yang berbentuk badan usaha biasanya memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibanding produsen perorangan. Badan usaha memiliki cakupan yang lebih luas dalam memlakukan pemasaran.

Orang yang berperan dalam badan usaha ini juga lebih banyak. Usaha yang dilakukan sudah tercatat secara hukum dan memiliki legalitas yang jelas. Kita lebih mudah menyebut badan usaha yang memiliki izin atas usaha yang dilakukan. Usaha yang dilakukan dapat berbentuk koperasi, PT, firma, CV, dan lain-lain.

Aktivitas yang dilakukan badan usaha harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tingkat pendapatan badan usaha juga mencapai titik minimum dalam suatu badan usaha atau jumlah penghasilannya cukup besar.

Contoh produsen

Jenis dan ciri produsen yang telah dijelaskan akan membuat kita dapat dengan mudah mengidentifikasi contoh produsen. Contoh produsen dapat kita lihat dilingkungan kita. Berikut merupakan beberapa contoh produsen,

  1. Dina memiliki peran sebagai produsen. Produsen berarti bertugas memproduksi barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen atau dinikmati konsumen. Kewajiban lain yang harus dilakukan oleh seorang produsen ialah membayar atas faktor produksi yang digunakan. Hasil produksi yang telah dibuat akan dijaul kepada konsumen dan mendapat timbal balik berupa uang penjualan.
  2. Bengkel, bengkel yang dimaksud ialah tempat servis motor yang tidak resmi dari merk motor tersebut. Bengkel tersebut biasanya memiliki tempat yang sederhana dan peralatan yang disediakan terbatas. Misal bengkel las, tambal ban, dan lain-lain.
  3. Salon kecantikan, salon kecantikan yang berada dirumahan dengan fasilitas yang terbatas. Misal hanya menyediakan cuci catok rambut, smooting, cruly, dan lain-lain yang fokus pada beberapa perawatan yang mudah saja.
  4. Rumah makan, bisnis ini banyak yang dimiliki oleh perorangan. Setiap rumah makan memiliki ciri khas tersendiri ada yang menyediakan makanan sederhana, mewah, rumah makan untuk keluarga dan lain-lain.
  5. Warung internet, jasa rental komputer dan penyedia jaringan internet untuk anak sekolah yang membutuhkan untuk mengerjakan tugas. Warung internet hanya menyediakan beberapa komputer yang bisa digunakan oleh pelanggan. Penggunaan dapat secara bergantian tergantung pada kebutuhan.
  6. Toko kelontong, menyediakan segala jenis kebutuhan dan biasanya berada di sekitar pemukiman masyarakat. Barang yang disediakan sangat beragam jenisnya dan dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat sekitar.
  7. Padagang asongan, penjual yang menjual dagangan diterminal atau di jalan. Para penjual biasanya mengambil barang dagang dari pihak tertentu kemudian dijual di tempat umum yang diperbolehkan oleh pihak terkait.
  8. Pedagang bakso keliling, penjual bakso dengan gerobak termasuk usaha perseorangan karena semua yang diusahakan dan diperoleh akan dimanfaatkan sendiri oleh penjual tersebut.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami tuliskan pada semua pembaca. Berkenaan dengan pengertian produsen menuru para ahli, ciri, jenis, dan contohnya yang mudah ditemukan. Semoga bisa memberikan edukasi serta literasi bagi semuanya.

Daftar Pustaka
  • www.kemendikbud.go.id
  • Sukirno, S. 2005. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  • Sumarni, M dan Soeprihanto J.2003 .Pemgantar Bisnis, Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan Edisi 6. Yogyakarta: liberty.
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *