Contoh Liabilitas Lancar dan Penjelasannya

Diposting pada
Rate this post

Contoh Liabilitas Lancar

Ilmu akuntansi memiliki istilah tersendiri yang digunakan untuk mencatat keuangan sebuah perusahaan barang ataupun perusahaan jasa. Orang yang telah belajar ilmu akuntansi pasti tidak asing dengan akun liabilitas dan ekuitas yang digunakan dalam laporan keuangan.

Adapun untuk jenis liabilitas yang ada diberbagai perusahaan dan sering ditemui salah satunya ialah liabilitas lancar dan tidak lancar yang kesemuanya memiliki perbedaan akan tetapi juga mempunyai keterkaitan.

Liabilitas Lancar

Liabilitas lancar yang dikenal dalam Bahasa Inggris dengan current liabilities adalah arti liabilitas yang diharapkan untuk selesai dalam kurun waktu satu tahun. Sehingga komponen dalam liabilitas tidak bisa terlepas dari pencatatan yang dilakukan oleh manajemen keuangan.

Adapun pencatatan keuangan merupakan hal yang penting dalam sebuah perusahaan. Hal ini mempermudah perusahaan dalam mengetahui kondisi keuangan perusahaan.

Contoh Liabilitas Lancar

Sedangkan untuk contoh liabilitas lancar antara lain;

  1. Utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo

Utang yang harus segera dibayar disebut dengan utang lancar. Utang jangka panjang yang mendekati jatuh tempo dapat masuk dalam utang lancar. Utang jangka panjang yang mendekati waktu jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun maka akan masuk dalam kategori utang jangka panjang.

Pencataan keuangan harus masuk dalam utang lancar. Pencatatan utang jenis ini biasanya juga masuk dalam arti jurnal khusus dalam penyesuaian milik perusahaan.

  1. Utang usaha

Sebuah usaha yang dilakukan pasti membutuhkan tambahan dana untuk operasional perusahaan. Utang usaha berkaitan dengan utang yang digunakan untuk keberlangsungan usaha dengan jangka pengembalian kurang dari satu tahun.

Utang usaha ini dapat berupa utang piutang dengan sesama perusahaan. Utang ini dapat berupa transaksi jual beli yang dilakukan secara langsung dengan pelanggan.

  1. Utang pajak

Perusahaan kadang membayar pajak melebihi jatuh tempo. Utang ini memang harus segera dibayar di akhir periode. Utang ini memang harus segera dibayar. Pajak perusahaan tidak dapat ditangguhkan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Pajak merupakan kewajiban yang berhubungan dengan pihak pemerintah.

  1. Wesel bayar

Dokumen transaksi perusahaan tidak selalu dilakukan secara tunai kadang menggunakan alat pembayaran lain. Salah satu alat pembayaran yang digunakan adalah wesel. Wesel ini harus dibayar sebelum akhir periode pencatatan keuangan perusahaan.

Wesel merupakan kewajiban yang harus dibayar atas transaksi yang telah dilakukan dan ditanggung pihak ketiga. Wesel bayar ini adalah utang wesel yang sudah jatuh tempo atas berbagai jenis wesel.

  1. Utang gaji

Gaji karyawan kadang tidak dibayar secara langsung oleh perusahaan. Kadang gaji karyawan diberikan dalam kurun waktu tiga bulan sekali. Gaji yang menjadi tanggungan ini harus dibayar sebelum dilakukan pencatatan akhir tahun. Utang ini masuk dalam utang lancar. Pemilik perusahaan harus segera membayar gaji karyawan yang bekerja di perusahaan.

Itulah tadi penjelasan yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai contoh liabilitas lancar dalam perusahaan.

Daftar Pustaka

Harnanto. 2019. Dasar-dasar Akuntansi. Semarang: Andi.

Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *