Pengertian Ekuitas, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Ekuitas Menurut Para Ahli

Banyak istilah dalam bidang ekonomi khususnya akutansi yang memiliki bahasa khusus yang digunakan akuntan sebagai akun dalam pencatatan transaksi. Istilah yang pasti ada dalam pencatatan adalah ekuitas. Ekuitas merupakan modal yang harus ada dalam perusahaan.

Ekuitas merupakan jumlah dari aset yang dimiliki dan modal yang telah dikorbankan oleh pemilik perusahaan. Ekuitas dalam hal ini dapat berupa modal tetap dan modal lancar. Modal tetap dapat berupa gedung, kendaraan, mesin-mesin. Modal lancar berupa uang atau kas yang digunakan untuk operasional perusahaan. Ekuitas merupakan penentu ketika seseorang baru mendirikan suatu perusahaan dagang.

Ekuitas

Seseorang yang ingin mendirikan suatu usaha harus memiliki modal. Modal usaha tersebut dalam ilmu ekonomi disebut sebagai ekuitas. Ekuitas dalam persamaan dasar akuntansi termasuk dalam harta atau berada disebelah kiri.

Ekuitas ini sebagai penyeimbang dari sisi liabilitas. Ketika kita mencatat dalam persamaan dasar akuntansi maka harus imbang antara sisi kiri dan sisi kanan. Hal tersebut merupakan hal yang wajib dalam membuat persamaa dasar akuntansi.

Ekuitas ini dapat berbentuk modal tetap atau lancar tergantung jenis usahanya. Ketika perusahaan jasa maka akan lebih banyak aset lancarnya. Perusahaan dagang dan manufaktur maka akan banyak jenis modal tetep yang harus dimiliki perusahaan untuk menghasilkan produk dengan perhitungan yang efektif dan efisien.

Pengertian Ekuitas

Ekuitas adalah suatu hak yang dimiliki oleh pemilik perusahaan baik perorangan atau marger. Ekuitas ini biasanya dibagi menjadi dua yaitu ekuitas yang menjadi tambahan modal untuk perusahaan dan ekuitas yang menjadi hak milik pribadi atau bisa kita sebut prive.

Ekuitas dapat diartikan pula sebagai hak yang dimilki pemilik perusahaan atas kekayaan yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dapat membagi harta milik pribadi dan hak untuk perusahaan hak untuk pribadi selain prive juga ada deviden untuk perusahaan dalam bentuk perusahaan marger.

Ekuitas ini memiliki peran yang penting dalam perusahaan. Ekuitas merupakan akun pertama yang harus ada ketika perusahaan berdiri. Khususnya adanya akun modal awal dalam jumlah yang cukup besar.

Pengertian Ekuitas Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dalam bidang akuntasi telah memiliki beberapa definisi tentang ekuitas. Para ahli tersebut tergabung dalam beberapa asosiasi yang sudah dikenal oleh masyarakat. Berikut merupakan beberapa definisi tentang ekuitas menurut para ahli,

  1. Ikatan Akuntan Indonesia, Ekuitas adalah hak secara residu yang dimiliki oleh perusahaan dari hasil pengurangan aktiva perusahaan dikurangi semua kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan.
  2. Financial Ekuitas Accounting Standard Boards (FASB), Ekuitas atau aset bersih adalah bunga secara residu pada aset harta tersebut setelah dikurangi liabilitas perusahaan. Untuk memahami lebih mudah tentang definisi ini biasanya ditulis dalam bentuk persamaan. Ekuitas = asset – liabilitas.
  3. Menurut para Ahli lain, Ekuitas adalah segala hal yang berkaitan dengan masing-masing pihak atas penyelesain klaim, hak aset dalam operasi, dan segala jenis subtansi ekonomi perjanjian. 

Jenis Ekuitas

Ketika kita mempelajari ekonomi akuntansi kita pasti akan menemui istilah-istilah yang digunakan dalam pencatatan akuntansi. Akun-akun tersebut memiliki banyak jenis dan telah memiliki pedoman dalam penetapannya. Akun tersebut telah digunakan secara umum baik dalam lingkup perusahaan atau nasional.

Jenis ekuitas yang dimaksud dalam artikel ini ialah akun-akun yang dapat kita sebut sebagai ekuitas dan akun yang mengurang atau menambah jumlah modal yang kita miliki.

Berikut merupakan beberapa jenis akun ekuitas,

Modal awal

Jumlah modal yang disetor oleh pemilik perusahaan ketika mendirikan suatu perusahaan. Modal awal ini boleh berasal dari pemilik usaha sendiri atau pemilik usaha secara merger. Lingkup usaha dapat bertaraf nasional atau perusahaan multinasional. Nominal modal biasanya berjumlah besar sesuai dengan kapasitas masing-masing perusahaan.

Pendapatan

Jumlah uang yang dihasilkan atas usaha yang dijalankan. Perusahaan dapat berupa perusahaan dagang, jasa, atau manufaktur tergantung jenis usaha. Ketika jenis usaha merupakan perusahaan dagang maka hasil dari penjualan barang dagang. Ketika jenis usaha merupakan perusahaan jasa maka hasil dari pelayanan atas jasa yang diberikan. Ketika perusahaan manufaktur hasil dari penjualan barang mentah, jadi, atau setengah jadi.

Tambahan modal

Tambahan modal dapat berasal dari investor baru atau pemilik modal mendapat pinjaman bank untuk mengembangkan usahanya. Tambahan modal dapat dilakukan sewaktu-waktu tergantung pada pemilik usaha. Jumlah tambahan modal tidak ada ketentua tergantung masing-masing individu atau pemilik perusahaan.

Laba ditahan

Ketika perusahaan mendapatkan laba dalam satu bulan maka perusahaan akan mengambil sebagian labanya sebagai tambahan modal. Laba ditahan merupakan istilah yang sering digunakan dalam laporan keuangan perusahaan. Semakin besar jumlah laba ditahan maka semakin besar pula jumlah tambahan modal yang diterima oleh perusahaa. Adanya tambahan modal ini membuat perusahaan semakin berkembang.

Pengambilan pribadi

Pengambilan pribadi merupakan salah satu akun yang mengurangi jumlah modal yang dimiliki oleh perusahaan. Pengambilan pribadi dalam istilah akuntansi dapat kita sebut sebagai prive. Ketika kepemilikan perusahaan berupa saham maka pengambilan pribadi kita sebut sebagai deviden. Pengambilan pribadi dari suatu saham berbeda dengan pengambilan pribadi perorangan. Pengambilan deviden dapat disesuaikan dengan perjanjian diawal.

Beban

Salah satu bentuk kewajiban yang harus dikeluarkan oleh perusahaan atas segala yang telah dinikmati oleh perusahaan. Beban merupakan salah satu akun yang mengurangi modal yang dimiliki perusahaan. Jumlah biasya yang harus dibayar tergantung pada jumlah segala hal yang telah digunakan. Beban ini dapat berupa listrik, air, dan tagihan-tangihan lain yang bersifat rutin atau sesuatu yang tiba-tiba muncul.

Contoh Ekuitas

Beberapa jenis ekuitas tersebut kemudian diaplikasikan dalam penncatatan akuntasi pada jenis-jenis pencatatan. Mulai dari pencatatan persamaan dasar akuntansi sampai pembuatan neraca penutup. Kita akan memepelajari dimana aja kita dapat mencatat akun-akun yang berkaitan dengan ekuitas. Berikut merupakan beberapa contoh pencatatan ekuitas pada pembukuan akuntansi,

Beban

Ketika perusahaan dalam satu bulan harus membayar tagihan listrik dalam jumlah tertetu. Tagihan ini wajib dibayar oleh pemilik perusahaan. Tagihan ini wajib dibayar oleh pemilik perusahaan. Ketika mencatat dalam jurnal umum beban berada di debet dan kas dikredit. Ketika mencatat di persamaaan dasar akuntansi maka akan masuk tabel lain-lain.

Beban ini juga masuk dalam laporan laba rugi, dimana beban mengurangi jumlah pendapatan yang dimiliki oleh perusahaan.

Pencatatan tersebut berlaku untuk semua akun yang dianggap sebagai beban dan mengurangi jumlah modal yang dimiliki oleh perusahaan. Jumlah beban tergantung pada jumlah penggunaan perusahaan. Jumlah penggunaan yang semakin banyak maka jumlah beban yang harus ditanggung juga semakin besar.

Laba ditahan

Ketika perusahaan mendapat laba sebesar 500.000 dan perusahaan memiliki komitment untuk laba ditahan sebesar 50% karena perusahaan dalam masa perluasan maka jumlah uang dari laba yang dijadikan modal adalah 250.000. Laba ditahan tersebut akan menambah jumlah modal yang dimiliki oleh perusahaan.

Laba ditahan diambil dari jumlah total laba. Kemudian jumlah laba tersebut dimasukkan dalam laporan perubahan modal.

Pendapatan

Pendapatan dalam suatu perusahaan akan didata dalam jurnal persamaan dasar akuntansi kemudian dibuat jurnal umum. Posisi pendapatan selalu disisi kredit dengan sisi debet kas. Pendapatan akan diposting pada laporan laba rugi.

Jumlah pendapatan akan menentukan jumlah keuntungan atau kerugian dari perusahaan. Jumlah keuntungan atau kerugian tersebut menentukan jumlah tambahan modal.

Pengambilan pribadi

Pengambilan pribadi ini terjadi ketika pemilik perusahaan mengambil hak atas usaha yanng dijalankan. Misal ketika perusahaan ini merupakan jenis perusahaan perorangan maka modal yang diambil berupa prive. Pencatatan prive ada pada jurnal umum, persamaan dasar akuntansi, dan laporan perubahan modal.

Perusahaan yang tidak bersifat perorangan pengambilan pribadi disebut deviden. Penghitungan deviden berbeda dengan penghitungan prive. Pengambilan deviden juga dibatasi dalam waktu tertentu dengan ketentuan yang telah disepakati. Kesepakatan tersebut berdasarkan surat perjanjian yang telah dibuat.

Perlu kita ketahui bahwa ekuitas sangat penting dalam suatu perusahaan. Peran ekuitas merupakan titik awal berdirinya suatu perusahaan. Ketika seseorang yang tidak memahami akan pentingnya ekuitas pasti tidak dapat mendirikan usaha dengan baik.

Jumlah modal awal sangat menentukan berjalannya perusahaan kedepan. Perusahaan yang telah mempertimbangkan dengan baik maka sangat memungkinkan perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Maka, demikianlah tadi uraian lengkap materi akuntansi yang bisa kami sebutkan pada segenap pembaca berkaitan dengan pengertian ekuitas menurut para ahli, jenis, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga memberikan edukasi serta referensi. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Harnanto. 2019. Dasar-dasar Akuntansi. Semarang: Andi.
  • www.fasb.org
  • www.iaiglobal.or.id
Gambar Gravatar
Mahmudah, mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta yang saat ini sedang menempuh Program Studi Pendidikan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *